Analisis Perbedaan Indeks Pencemaran Air di Inlet dan Outlet Waduk Saguling Provinsi Jawa Barat

Authors

  • Muhammad Aulia Nur Rafi Institut Teknologi Nasional, Bandung Author

Keywords:

Indeks Pencemaran, Parameter Dominan, Waduk saguling , Inlet dan Outlet

Abstract

Waduk Saguling sebagai waduk pertama dalam kaskade Sungai Citarum memegang peranan krusial sebagai penyaring awal beban pencemar dari hulu. Namun, pesatnya pertumbuhan aktivitas domestik, industri, dan pertanian di daerah tangkapan ait, serta budidaya Keramba Jaring Apung (KJA), memicu penurunan mutu air secara signifikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi parameter dominan, status mutu air dan tren temporal pada titik inlet dan outlet Waduk Saguling berdasarkan data historis periode 2004–2025. Metode penelitian meliputi analisis frekuensi untuk mengidentifikasi parameter pencemar dominan serta metode Indeks Pencemar (IP) berdasarkan Kepmen LH No. 115 Tahun 2003 dengan acuan baku mutu air Kelas 2 (PP No. 22 Tahun 2021). Hasil analisis frekuensi (F > 50%), mengidentifikasi 4 parameter pencemar domina yang konsisten melampaui baku mutu pada kedua titik pemantauan, yaitu Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Klorin Bebas, dan Fosfat. Secara umum, status mutu air Inlet dan Outlet berada pada kategori Cemar Sedang (5,0 < IP ≤10). Rata-rata nilai IP pada musim kemarau lebih tinggi dibandingkan musim hujan akibat efek pengentalan beban pencemar. Tingginya nilai IP dipicu oleh tingginya konsentrasi H2S. Secara keseluruhan, Waduk Saguling berkontribusi mereduksi beban pencemar dari hulu. Meski demikian, aktivitas KJA serta fenomena umbalan justru memicu parameter pencemar baru dititik Outlet, seperti nitrit, fosfat, dan H2S.

References

[1] G. Firdaus, “Studi Perencanaan Pola Operasi Waduk Semantok Untuk Kebutuhan Air Irigasi dan Air Baku Kabupaten Nganjuk Jawa Timur,” Universitas Brawijaya, 2020.

[2] F. Yassin, S. Razavi, M. Elshamy, B. Davison, G. Sapriza-Azuri, and H. Wheater, “Representation and improved parameterization of reservoir operation in hydrological and land-surface models,” Hydrol. Earth Syst. Sci., vol. 23, no. 9, pp. 3735–3764, 2019.

[3] J. G. Loaiza, J. G. Rangel-Peraza, A. J. Sanhouse-Garc’ia, S. A. Monjard’in-Armenta, Z. D. Mora-Félix, and Y. A. Bustos-Terrones, “Assessment of water quality in a tropical reservoir in mexico: seasonal, spatial and multivariable analysis,” Int. J. Environ. Res. Public Health, vol. 18, no. 14, p. 7456, 2021.

[4] S. Sunardi et al., “Water corrosivity of polluted reservoir and hydropower sustainability,” Sci. Rep., vol. 10, no. 1, p. 11110, 2020.

[5] A. A. Kuntoro, M. Cahyono, and E. A. Soentoro, “Land Cover and Climate Change Impact on River Discharge: Case Study of Upper Citarum River Basin.,” J. Eng. & Technol. Sci., vol. 50, no. 3, 2018.

[6] F. Tromboni et al., “Changing land use and population density are degrading water quality in the Lower Mekong Basin,” Water, vol. 13, no. 14, p. 1948, 2021.

[7] M. Marselina and M. Burhanudin, “Trophic Status Assessment of Saguling Reservoir , Upper Citarum Basin , Indonesia,” 2017, doi: 10.1177/1178622117746660.

[8] N. T. Sukmaya, Y. Andriani, and Z. Zahidah, “Pengaruh Sebaran Keramba Jaring Apung (Kja) Terhadap Nilai Total-P Dan Total-N: Studi Kasus Di Waduk Cirata Effect of Floating Net Cage (Kja) Distribution on Total-P and Total-N Values: a Case Study in Cirata Reservoir,” J. Harpodon Borneo, vol. 17, no. 2, pp. 66–77, 2024.

[9] P. Wiranegara, S. Sunardi, D. Sumiarsa, and H. Juahir, “Characteristics and Changes in Water Quality Based on Climate and Hydrology Effects in the Cirata Reservoir,” 2023.

[10] L. Subehi, S. N. Ismail, I. Ridwansyah, M. A. Hamid, and M. Mansor, “Analysis of the influence of reservoirs utilization to water quality profiles in Indonesia (Saguling--Jatiluhur) and Malaysia (Temengor--Chenderoh) with special references to cascade reservoirs,” in IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 2018, p. 12025.

[11] S. A. A. Alkhadher, L. M. Sidek, M. S. J. Khan, M. M. A. Al-Habshi, and T. A. Kurniawan, “Seasonal variations in water quality and hydrological dynamics in a tropical reservoir driven by rainfall, runoff, and anthropogenic activities,” Sci. Rep., vol. 15, no. 1, p. 35589, 2025.

[12] H. Effendi, Telaah kualitas air: Bagi pengelolaan sumber daya dan perairan. PT Kanisius, 2003.

[13] S. Y. Garno, “Biomanipulasi paradigma baru dalam pengendalian limbah organik pada budidaya perikanan di waduk dan tambak,” Orasi Ilm. Pengukuhan Ahli Peneliti Utama. Badan Pengkaj. dan Penerapan Teknol. Jakarta, p. 58, 2004.

[14] A. Musnansyah, A. KAMIL, L. Marliana, E. Widayati, and Z. Zulfakriza, “Assessment of spatial water quality observation of citarum river bandung regency using multivariate statistical methods,” Int. J. Adv. Sci. Eng. Inf. Technol., vol. 11, no. 1, 2021.

[15] Y. Sugianti and L. P. Astuti, “Respon Oksigen Terlarut Terhadap Pencemaran dan Pengaruhnya Terhadap Keberadaan Sumber Daya Ikan di Sungai Citarum Dissolved Oxygen Response Againts Pollution and The Influence of Fish Resources Existence in Citarum River,” J. Teknol. Lingkung., vol. 19, no. 2, p. 203, 2018.

[16] D. Apriliyani, “Analisis Kandungan Klorin pada Pantyliner yang Beredar di Kabupaten Sumedang Menggunakan Metode Spektrofotometri Visibel dengan Pereaksi DPD (N, N-dietil-P-Fenilindiamin),” Universitas Bhakti Kencana, 2023.

[17] R. Novian, “Pencemaran Perairan Sungai Bengkulu akibat Nitrat dan Fosfat dari Aktifitas Pertanian: Studi Literatur,” Integr. Perspect. Soc. Sci. J., vol. 2, no. 03 Juni, pp. 3805–3814, 2025.

[18] D. Arifiyana, V. A. Devianti, and R. K. Wardani, “Edukasi Bahaya Logam Berat dalam Tubuh dan Sumber Kontaminannya,” J. Abdi Masy. Kita, vol. 3, no. 1, pp. 40–52, 2023.

[19] S. Yudo, “Kondisi pencemaran logam berat di perairan sungai DKI Jakarta,” J. Air Indones., vol. 2, no. 1, p. 246263, 2006.

[20] A. S. Nastiti and K. Krismono, “Indikator Umbalan Dilihat Dariaspek Kualitasair Di Perairan Waduk Djuanda, Jatiluhur Jawa Barat,” J. Penelit. Perikan. Indones., vol. 9, no. 4, pp. 73–85.

[21] R. Sharma, M. Verma, M. Murmu, and P. Ghosh, “Modified DO-sag equation to assess river water quality,” IJERT Int. J. Eng. Res. Technol., vol. 8, no. 8, pp. 496–502, 2019.

[22] M. Telaumbanua, “Pengaruh Oksigen Terlarut (DO) dalam Budidaya Perairan.,” PERAUT J. Perikan. dan Kelaut., vol. 2, no. 1, pp. 200–206, 2025.

[23] S. Sunarsih, “Simulasi Model Dinamika Pertumbuhan Alga Pada Kolam Stabilisasi Fakultatif Untuk Pengolahan Limbah Cair Domestik,” Penelit. Masal. Lingkung. di Indones. 2010 153-161.

[24] A. Syahza, S. Suwondo, B. Bahruddin, and D. Darmadi, “Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Secara Terpadu,” 2018.

[25] Putra, Arief Yandra, and Putri Ade Rahma Yulia. "Kajian kualitas air tanah ditinjau dari parameter pH, nilai COD dan BOD pada desa teluk nilap kecamatan Kubu Babussalam Rokan Hilir Provinsi Riau." Jurnal Riset Kimia 10.2 (2019): 103-109.

[26] H. Funome and O. G. L. P. Manulangga, “Analisis DO, BOD, Dan Total Coliform Sebagai Indikator Kualitas Air Sumber Mata Air Oetbolan Dan Oebonak Di Kota Soe,” J. Kim. dan Ilmu Lingkung. Chemviro, vol. 4, no. 1, pp. 288–304, 2026.

[27] L. A. S. Wijayanti et al., “Preliminary Study of Surface Water Quality Based on DO and BOD Parameters in Pangandaran Reservoir,” Tomini J. Aquat. Sci., vol. 4, no. 1, pp. 1–9, 2025.

[28] Fadhilah, Refnilda, Katharina Oginawati, and Nur Aisyah Yuniar Romantis. "The Pollution Profile of Citarik, Cimande, and Cikijing Rivers in Rancaekek District, West Java, Indonesia." Indonesian Journal of Urban and Environmental Technology 2.1 (2018): 14-26.

[29] Falah, Fajrul, and Sadewa Purba Sejati. "Distribusi spasial nitrat air tanah di Kecamatan Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta." Geomedia Majalah Ilmiah Dan Informasi Kegeografian 21.2 (2023): 172-180.

[30] A. F. Bahri, “Analisis kandungan nitrat dan fosfat pada sedimen mangrove yang termanfaatkan di Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru,” Stud. Kasus Pemanfaat. Ekosist. Mangrove & Wil. Pesisir Oleh Masy. Di Desa Bulucindea Kec. Bungoro Kabupaten Pangkep. Asos. Konserv. Lingkung. Makassar, 2006.

[31] S. S. Brahmana, Y. Summarriani, and F. Ahmad, “Kualitas Air dan Eutrofikasi Waduk Riam Kanan di Kalimantan Selatan,” Dalam Prosiding Seminar Nasional Limnologi V, 2010.

[32] M. S. Yusal, A. Hasyim, H. Hastuti, A. Arif, and R. H. S. Pratomo, “Review eutrofikasi: Risiko dalam kesuburan lingkungan perairan dan upaya penanggulangannya,” J. Kesehat. Lingkung. Indones., vol. 24, no. 1, pp. 123–134, 2025.

[33] B. H. Astriana and A. P. Putra, “Edukasi Mengenai Fenomena Blooming Alga Dan Sea Snot Bagi Kelompok Siswa Peduli Lingkungan Di Kabupaten Sumbawa,” Karya J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 3, no. 1, pp. 201–208, 2023.

Downloads

Published

23/08/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Analisis Perbedaan Indeks Pencemaran Air di Inlet dan Outlet Waduk Saguling Provinsi Jawa Barat”, jse, vol. 11, no. 3, Aug. 2026, Accessed: Sep. 06, 2026. [Online]. Available: http://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/2075

Similar Articles

1-10 of 844

You may also start an advanced similarity search for this article.