Pembuatan Asam Oksalat dari Kulit Sukun Gundul dengan Metode Peleburan Alkali

Authors

  • Brilian Jusuf Priambada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Author
  • Nida’uddiin Ali Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Author
  • Caecilia Pujiastuti Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Author
  • Erwan Adi Saputro Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Author
  • Nurul Widji Triana Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Author

Keywords:

Breadfruit Peel, Cellulose, Oxalic Acid, Alkali Fusion, Fourier Transform Infrared Streptoscopy

Abstract

Salah satu limbah organik yang masih jarang dimanfaatkan sebagai produk bernilai jual yaitu kulit sukun. Kulit sukun mengandung beberapa senyawa organik yang dapat dimanfaatkan salah satunya selulosa. Oleh karena itu, selulosa yang terkandung dalam kulit sukun berpotensi menjadi bahan baku dalam pembuatan asam oksalat. Penelitian ini dilakukan dengan membuat asam oksalat sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia) dari kulit sukun dengan metode peleburan alkali. Metode dalam penelitian ini dibagi menjadi preparasi sampel, peleburan alkali, pengendapan, pengasaman, dan pengkristalan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsentrasi NaOH (2N; 2,5N; 3N; 3,5N; 4N) dan kecepatan putaran pengadukan (300 rpm; 400 rpm; 500 rpm; 600 rpm; 700 rpm). Dari hasil penelitian didapatkan asam oksalat sintesis terbaik pada konsentrasi NaOH 3,5N dan kecepatan putaran pengadukan 700 rpm dengan yield sebesar 63,1654% dan kemurnian sebesar 97,88%. Asam oksalat sintesis yang dihasilkan memiliki titik leleh sebesar 189°C dan pH sebesar 1,19. Secara organoleptik, asam oksalat sintesis yang dihasilkan memiliki bentuk serbuk halus, berwarna putih, dan tidak berbau.

References

[1] A. Prastika, D. H. Vinkarisma, dan S. S. A. Muzakhar, “Diversifikasi Pemanfaatan Buah Sukun (Artocarpus altilis) Menjadi Sereal Sebagai Alternatif Pangan Potensial,” JURNAL TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI PERKEBUNAN, vol. 2, no. 1, hlm. 10, Apr 2022.

[2] S. N. R. Hayati, H. N. Hanifah, dan G. Hadisoebroto, “Uji Efektivitas Adsorpsi Bioadsorben Serbuk Kulit Buah Sukun (Artocarpus Atilis) terhadap Logam Berat Seng (Zn) pada Limbah Laboratorium Industri Farmasi,” Jurnal Sabdariffarma Tahun, vol. 11, no. 1, hlm. 56, 2022.

[3] R. E. Kirk dan R. E. Othmer, Encyclopedia of Chemical Technology, 4 ed., vol. 17. New York: John Wiley & Sons, 1998.

[4] F. Yoanda, L. Hakim, R. Mulyawan, R. Dewi, dan R. Nurlaila, “Pembuatan Asam Oksalat dari Sabut Pinang dengan Metode Oksidasi,” Jurnal Teknologi Kimia Unimal, vol. 11, no. 2, hlm. 230–240, Nov 2022.

[5] N. K. Z. Kudadiri, S. A. Danarputro, dan L. I. Utami, “Pembuatan Asam Oksalat dari Ampas Tebu dengan Proses Peleburan Alkali,” Inovasi Teknik Kimia, vol. 8, no. 4, hlm. 239–244, Okt 2023.

[6] L. I. Utami, M. R. Hidayatullah, K. R. Cestyadinda, dan K. N. Wahyusi, “Pembuatan Asam Oksalat dari Sabut Siwalan dengan Proses Peleburan Alkali,” Jurnal Teknik Kimia, vol. 12, no. 2, Apr 2018.

[7] Iriany, A. F. Sitanggang, dan R. D. A. Pohan, “Pembuatan Asam Oksalat dari Alang-Alang (Imperata Cylindrica) dengan Metode Peleburan Alkali,” Jurnal Teknik Kimia USU, vol. 4, no. 1, Mar 2015.

[8] M. Mufid, A. A. Wibowo, A. S. Suryandari, A. N. Fithriasari, dan P. A. Nastiti, “Sintesis Asam Oksalat dari Limbah Serbuk Kayu Jati (Tectona Grandis L.F.) dengan Proses Hidrolisis Alkali,” Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan, vol. 2, no. 1, hlm. 17–22, 2018.

[9] M. M. AL-Rajabi, K. J. En, S. S. Mahmod, dan M. F. Abdullah, “Impact of Alkali Concentration in Delignification Treatment for Cellulose Extraction from Rice Straw,” Jordanian Journal of Engineering and Chemical Industries, vol. 7, no. 3, hlm. 94–102, 2024.

[10] H. K. Singh, T. Patil, S. K. Vineeth, S. Das, A. Pramanik, dan S. T. Mhaske, “Isolation of microcrystalline cellulose from corn stover with emphasis on its constituents: Corn cover and corn cob,” dalam Materials Today: Proceedings, Elsevier Ltd, Jan 2020, hlm. 589–594. doi: 10.1016/j.matpr.2019.12.065.

[11] H. Utami, S. Br Ginting, dan E. N. Putriani, “Pengaruh kecepatan pengadukan dan waktu reaksi pada sintesis α-terpineol dari terpentin dengan katalis zeolit alam Lampung teraktivasi,” Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri, vol. 1, no. 1, hlm. 8–14, 2020.

[12] E. Emawati, D. Indradinata, dan D. Y. Agustina, “Analisis Kadar Oksalat pada Dua Jenis Tanaman Kale (Brassica Oleracea var. Acephala Dan Brassica Oleracea var. Palmifolia) dengan Metode Spektrofotometri UV,” Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, vol. 7, no. 1, hlm. 38–45, Mar 2022.

[13] Dachriyanus, Analisis Struktur Senyawa Organik Secara Spektroskopi Dachriyanus. Padang: Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK), 2004. Diakses: 9 Februari 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://akses-sni.bsn.go.id/viewsni/baca/7963

[14] I. R. Febriaty dan A. H. Alimuddin, “Perbandingan Metode Hidrolisis Asam dan Basa Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Bahan Baku Pembuatan Asam Oksalat,” JKK, vol. 5, no. 4, hlm. 22–28, 2016.

[15] Badan Standarisasi Nasional, SNI 06-0941:1989 Asam Oksalat Teknis. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional, 1989.

Downloads

Published

21/03/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Pembuatan Asam Oksalat dari Kulit Sukun Gundul dengan Metode Peleburan Alkali”, jse, vol. 11, no. 2, Mar. 2026, Accessed: May 17, 2026. [Online]. Available: http://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/1677

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 81

You may also start an advanced similarity search for this article.