Evaluasi Fluks Penetrasi Gel Ekstrak Binahong (Anredera Scandens) Secara in Vitro Dengan Sel Difusi Franz

Authors

  • Hesti Purwaningsih Program Studi Farmasi, Universitas Santo Borromeus Author
  • Yosi Maristella Manika Program Studi Farmasi, Universitas Santo Borromeus Author
  • Yura Witsqa Firmansyah Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adi Husada Author https://orcid.org/0000-0001-8693-7686

Keywords:

Anredera scandens, Ekstrak binahong, Nilai fluks, Sel difusi franz, Uji penetrasi

Abstract

Tanaman binahong dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis, termasuk antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan, yang terutama berasal dari kandungan senyawa fenol dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penetrasi gel ekstrak binahong (Anredera scandens) menggunakan metode sel difusi Franz. Pengujian dilakukan untuk menentukan nilai fluks gel ekstrak binahong sebagai dasar penilaian efektivitasnya sebagai agen terapeutik topikal. Uji menunjukkan bahwa jumlah kumulatif senyawa fenol (Q) meningkat secara progresif selama 120 menit, menandakan sifat difusi yang bersifat kumulatif. Pada tahap awal, fluks tertinggi sebesar 0,167 µg/cm²·menit dicapai pada menit ke-20, yang dipengaruhi oleh perbedaan konsentrasi senyawa antara fase donor dan fase reseptor. Nilai fluks pada menit ke-20, 40, 60, 80, dan 120 berturut-turut adalah 0,1670; 0,0867; 0,0087; 0,0025; 0,0234; dan 0,0043 µg/cm²·menit. Fluktuasi fluks, terutama pada menit ke-80 hingga 100, diduga disebabkan oleh redistribusi senyawa aktif dari bagian dalam gel ke permukaan. Profil fluks ini sesuai dengan teori difusi pasif, namun kestabilannya terganggu karena tidak digunakan bahan enhancer penetrasi. Temuan ini menunjukkan bahwa gel ekstrak binahong memiliki potensi sebagai sediaan topikal untuk mendukung aktivitas farmakologis tanaman, meskipun formulasi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan kestabilan dan laju penetrasinya.

References

[1] R. Musyaropah and A. Supriyatna, “Efektivitas daun binahong (Anredera scandens (L.) Moq) sebagai obat penyembuhan berbagai luka: Review literature,” An Idea Health J., vol. 3, no. 2, pp. 49–54, 2023, doi: 10.53690/ihj.v3i02.159.

[2] K. U. Azizah, A. Y. Anwaristi, D. N. Kurniawati, and J. R. Ningsih, “Efektivitas gel ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) 5% terhadap jumlah neutrofil pada proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi tikus strain Wistar,” J. Ilmu Kesehat., vol. 5, no. 3, p. 2, 2024.

[3] A. Nafiisah, R. Purnamasari, and S. Mudalianah, “Identifikasi senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanol daun binahong,” J. Sos. Sains, vol. 4, no. 11, pp. 1093–1106, 2024.

[4] R. Nurwanti, H. Hamzah, S. Yolandari, and W. O. A. Ds, “Penetapan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia) dengan metode spektrofotometri UV-Vis,” J. Promot. Prev., vol. 7, no. 3, pp. 642–650, 2024. [Online]. Available: http://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP

[5] M. S. Dadiono and S. Andayani, “Potensi tanaman binahong (Anredera cordifolia) sebagai obat alternatif pada bidang akuakultur,” J. Perikanan Pantura, vol. 5, no. 1, pp. 156–162, 2022.

[6] N. K. A. Septiani, I. M. O. A. Parwata, and A. A. B. Putra, “Penentuan kadar total fenol, kadar total flavonoid, dan skrining fitokimia ekstrak etanol daun gaharu (Gyrinops versteegii),” J. Mat. Sains Pembelajarannya, vol. 12, no. 1, pp. 78–89, 2018.

[7] E. S. Rohaeni et al., “The utilization of binahong leaves as medicinal plants for livestock production and health,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 1312, no. 1, p. 012059, 2024.

[8] A. D. D. M. Farm, D. Yanri, and S. Nurlatifah, Tumbuhan Obat Indonesia. Yogyakarta, Indonesia: Penerbit Adab, 2023.

[9] I. P. R. Ardinata, P. Y. B. Setiawan, and I. P. G. A. P. Hita, “Enhanced fibrogenesis activity in diabetic wound using 20% Anredera scandens (L.) Moq. leaves extract ointment in Sprague Dawley rats,” J. Pharm. (e-Journal), vol. 10, no. 1, pp. 84–95, 2019.

[10] R. S. Tasman, A. Arisanty, and H. Stevani, “Pengaruh penggunaan peningkat penetrasi propilen glikol terhadap laju difusi polifenol dalam gel ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus),” J. Ilm. Medicamento, vol. 9, no. 2, pp. 96–105, 2023.

[11] H. N. Romadhoni, “Optimasi formula self-nanoemulsion naringenin terinkorporasi dalam nanoemulgel dan studi pelepasan secara ex vivo,” Thesis, Indonesia, 2022.

[12] V. Hmingthansanga et al., “Improved topical drug delivery: Role of permeation enhancers and advanced approaches,” Pharmaceutics, vol. 14, no. 12, p. 2818, 2022.

[13] M. C. Mannava, A. Garai, and A. K. Nangia, “Diffusion and flux improvement of drugs through complexation,” Mol. Pharm., vol. 20, no. 5, pp. 2293–2316, 2023.

[14] D. J. Brayden and S. Maher, “Transient Permeation Enhancer® (TPE®) technology for oral delivery of octreotide: A technological evaluation,” Expert Opin. Drug Deliv., vol. 18, no. 10, pp. 1501–1512, 2021.

[15] I. K. Bagiana and Y. Kresnawati, “Optimasi DMSO dan olive oil sebagai enhancer sediaan gel natrium diklofenak dengan metode simplex lattice design,” Repository, Stifar, Indonesia, 2021.

[16] R. Hanistya, “Pengaruh penambahan SPACE-Peptide terhadap efektifitas, stabilitas fisik dan iritabilitas sediaan gel freeze dried amniotic membrane stem cell-metabolite product sebagai antiaging,” Doctoral dissertation, Universitas Airlangga, Surabaya, 2020.

[17] N. Zulkefli et al., “Flavonoids as potential wound-healing molecules: Emphasis on pathways perspective,” Int. J. Mol. Sci., vol. 24, no. 5, p. 4607, 2023.

Downloads

Published

21/03/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Evaluasi Fluks Penetrasi Gel Ekstrak Binahong (Anredera Scandens) Secara in Vitro Dengan Sel Difusi Franz”, jse, vol. 11, no. 2, Mar. 2026, Accessed: May 27, 2026. [Online]. Available: http://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/1684

Similar Articles

121-130 of 170

You may also start an advanced similarity search for this article.