Pengembangan Model Spasial Banjir untuk Mitigasi Bencana di DAS Kelara Kabupaten Jeneponto

Authors

  • Muhammad Rifaldi Mustamin Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Ujung Pandang Author https://orcid.org/0000-0003-4303-6655
  • Sugiarto Badaruddin Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Ujung Pandang Author https://orcid.org/0000-0002-7224-3584
  • Andi Muhammad Subhan Saiby Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Ujung Pandang Author https://orcid.org/0000-0003-1848-2020
  • Rut Handayani Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Ujung Pandang Author
  • Mustamin Tuwo Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sawerigading Makassar Author
  • Muh. Rizal Mustamin Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sawerigading Makassar Author

Keywords:

banjir, hec-hms, hec-ras, model spasial banjir, sungai kelara

Abstract

Alih fungsi lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kelara dari kawasan berhutan menjadi area permukiman dan pertanian telah meningkatkan limpasan permukaan serta debit banjir sungai. Kondisi ini menyebabkan terjadinya banjir berulang, dengan kejadian terbesar tercatat pada 22 Januari 2019 dan 12 Juni 2020. Penelitian ini bertujuan menyusun model spasial kawasan rawan banjir di DAS Kelara sebagai dasar pendukung mitigasi bencana. Analisis debit banjir rencana dilakukan menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Soil Conservation Service (SCS) berbantuan perangkat lunak HEC-HMS. Selanjutnya, simulasi genangan banjir dilakukan menggunakan HEC-RAS dan hasilnya dipetakan dengan ArcMap. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan kawasan permukiman dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir, yaitu Kelurahan Monro-Monro, Desa Sapanang, Kelurahan Balang Toa, Desa Paitana, Desa Empoang Utara, Kelurahan Sidendre, Desa Kayuloe Barat, Kelurahan Balang, dan Desa Bonto Ma’tene. Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto merupakan wilayah dengan dampak banjir paling signifikan. Luas genangan banjir kategori rendah (<0.76 m), sedang (0.76–1.50 m), dan tinggi (>1.50 m) masing-masing mencapai 226.98 ha, 395.89 ha, dan 302.24 ha. Model spasial berbasis Google Maps yang dikembangkan mampu menyajikan informasi kawasan rawan banjir secara efektif, mudah diakses, dan ekonomis.

References

[1] R. Karamma, S. Badaruddin, M. R. Mustamin, and Z. Saing, “Evaluating the Role of Infiltration Wells in Sustainable Drainage Systems: A Case Study in Sengkang City, Indonesia,” J. Water Manag. Model., vol. 34, no. C573, 2026, doi: https://doi.org/10.14796/JWMM.C573.

[2] T. D. Putri, W. A. Zakaria, K. Murniati, A. Herison, and D. Yuliawan, “Pemanfaatan Ruang Berbasis Mitigasi Bencana Banjir di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan,” J. Ilmu Multidisiplin, vol. 5, no. 1, pp. 569–585, 2026, doi: https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1800.

[3] A. R. Suleman, S. Badaruddin, M. Mustamin, Z. Saing, and M. R. Mustamin, “Flood Mitigation of Bila River in Sidrap Regency Indonesia Based on Eco-Drainage Retention Pond,” Water Pract. Technol., vol. 18, no. 5, pp. 1184–1195, May 2023, doi: 10.2166/wpt.2023.051.

[4] R. Handayani et al., “Simulasi Banjir Sungai Bila dan Evaluasi Efektivitas Penanganannya Berbasis Model HEC-HMS dan HEC-RAS,” J. Appl. Civ. Environ. Eng., vol. 5, no. 1, pp. 25–36, 2025, doi: https://doi.org/10.31963/jacee.v5i1.5408.

[5] R. Karamma, S. Badaruddin, M. R. Mustamin, and M. I. Mukrim, “Flood Risk Assessment and Mitigation Strategies for the Sinjai and Tangka River Catchments in Indonesia using Hydraulic Modeling and Spatial Analysis,” Eng. Technol. Appl. Sci. Res., vol. 15, no. 2, pp. 20623–20634, Apr. 2025, doi: 10.48084/etasr.9837.

[6] M. R. Mustamin, F. Maricar, and M. P. Hatta, “Effects of Nipa-Nipa Regulation Pond on Flood Control of Tallo River,” in IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Jan. 2023, vol. 1134, no. 1, p. 012002. doi: 10.1088/1755-1315/1134/1/012002.

[7] S. Samsuar and M. T. Sapsal, “Analisis Ketersediaan Air pada DAS Kelara dalam Mendukung Program Percetakan Sawah Baru di Kabupaten Jeneponto,” J. Agritechno, pp. 26–34, Apr. 2018, doi: 10.20956/at.v11i1.84.

[8] K. Riswal and A. S. Sukri, “Kajian Koefisien Aliran Terhadap Perubahan Debit Banjir Pada DAS Karalloe Dengan Aplikasi ArcGIS,” semanTIK, vol. 6, no. 1, pp. 1–8, 2020, doi: DOI : 10.5281/zenodo.3818243.

[9] “Daftar Informasi Bencana Indonesia (DIBI),” Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2021. https://dibi.bnpb.go.id

[10] M. R. Mustamin, F. Maricar, and R. Karamma, “Hydrological Analysis In Selecting Flood Discharge Method In Watershed Of Kelara River,” INTEK J. Penelit., vol. 8, no. 2, p. 141, Dec. 2021, doi: 10.31963/intek.v8i2.2874.

[11] M. R. Mustamin, F. Maricar, R. T. Lopa, and R. Karamma, “Flood Discharge Using Creager Graph Based on DAM Data in Jeneberang River Region,” 6th Int. Symp. Infrastruct. Dev. (6th ISID), p. 237, 2025.

[12] H. Nirwana, A. Afrisal, N. Inayah, U. Maulidia, and Nurmadinah, “Implementasi Algoritma D8 untuk Pencarian Titik Terendah pada Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS),” Pros. Semin. Nas. Tek. Elektro dan Inform., pp. 269–273, 2022.

[13] S. Irene, P. Persadanta, and W. Adrian, “Airport Plan Topographic Examination: Accuracy Analysis By DEMNAS and Aster GDEM MethodiIn Terrestrial Surveys,” J. Airpt. Eng. Technol., vol. 4, no. 1, pp. 12–21, 2023, doi: https://doi.org/10.52989/jaet.v4i1.116.

[14] M. R. Mustamin, F. Maricar, R. T. Lopa, and R. Karamma, “Integration of UH SUH, HEC-RAS, and GIS in Flood Mitigation with Flood Forecasting and Early Warning System for Gilireng Watershed, Indonesia,” Earth, vol. 5, no. 3, pp. 274–293, Jul. 2024, doi: 10.3390/earth5030015.

[15] A. S. 2017 Alzahrani, “Application Of Two-Dimensional Hydrauic Modeling In Riverine System Using HEC - RAS,” Universitas Dayton, 2017.

[16] A. Urbanus, R. L. E. Sela, and A. E. Tungka, “Mitigasi Bencana Banjir Struktural dan Non-Struktural di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan,” J. Spasial, vol. 8, no. 3, pp. 443–458, 2021, doi: https://doi.org/10.35793/sp.v8i3.36350.

[17] D. Fitriani, E. Suhartanto, and U. Andawayanti, “Studi Pemetaan Daerah Rawan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Pada DAS Welang,” J. Teknol. dan Rekayasa Sumber Daya Air, vol. 4, no. 2, pp. 1323–1337, 2024, doi: https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.135.

[18] A. R. Suleman, H. Djufri, M. R. Mustamin, and M. L. Palembangan, “Structural Mitigation of Bila River, Sidrap Regency,” Turkish J. Comput. Math. Educ., vol. 12, no. 6, pp. 3573–3577, 2021.

Downloads

Published

01/07/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Pengembangan Model Spasial Banjir untuk Mitigasi Bencana di DAS Kelara Kabupaten Jeneponto”, jse, vol. 11, no. 3, Jul. 2026, Accessed: Jul. 02, 2026. [Online]. Available: http://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/1815

Similar Articles

21-30 of 313

You may also start an advanced similarity search for this article.