Analisis Multi-Aspek Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Publik di Kawasan Perkotaan Tropis (Studi Kasus: Kelurahan Anawai, Kota Kendari)

Authors

  • La Ode Midi Universitas Halu Oleo Author
  • Lies Indriyani Universitas Halu Oleo Author
  • La Ode Siwi Universitas Halu Oleo Author
  • La Ode Muhammad Erif - Universitas Halu Oleo Author
  • La Ode Nur Amil Syach Moamar Universitas Halu Oleo Author
  • La Ode Agus Salim Mando Universitas Halu Oleo Author

Keywords:

ruang terbuka hijau publik, kenyamanan lingkungan, ekologi perkotaan, partisipasi masyarakat, pengelolaan perkotaan berkelanjutan

Abstract

Ruang terbuka hijau publik memiliki peran penting dalam mendukung kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat urban. Namun, pemanfaatannya di berbagai kota di Indonesia masih belum optimal, termasuk di Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan bentuk pemanfaatan ruang terbuka hijau publik, menilai tingkat kenyamanan udara, serta menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi langsung, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Data dikumpulkan dari 43 responden yang terdiri dari masyarakat umum dan tokoh kunci lokal. Analisis dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan terhadap data yang diperoleh dari lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Anawai memiliki lima jenis ruang terbuka hijau publik utama: taman, lapangan olahraga, lapangan upacara, pemakaman umum, dan sempadan sungai. Pemanfaatannya terbagi dalam tiga aspek utama: ekologis sebagai penyerap karbon dan pengatur tata air, sosial sebagai ruang interaksi dan rekreasi, serta ekonomi sebagai tempat berdagang bagi pelaku usaha kecil. Namun, sebagian besar ruang terbuka tersebut belum dikelola secara optimal, dengan beberapa area dalam kondisi tidak terawat. Indeks kenyamanan udara berada pada kategori tidak nyaman, mengindikasikan lemahnya fungsi ekologis ruang terbuka hijau.

Author Biographies

  • La Ode Midi, Universitas Halu Oleo

    Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Kehutanan dan ilmu Lingkungan 

  • Lies Indriyani, Universitas Halu Oleo

    Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Kehutanan dan ilmu Lingkungan 

  • La Ode Siwi, Universitas Halu Oleo

    Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Kehutanan dan ilmu Lingkungan 

  • La Ode Nur Amil Syach Moamar, Universitas Halu Oleo

    Program Studi Ilmu Lingkungan

  • La Ode Agus Salim Mando, Universitas Halu Oleo

    Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan dan ilmu Lingkungan

References

[1] S. Zhang, J. Chen, Y. Cai, Y. Wen, J. Niu, and M. Chen, “Assessing the association between urban amenities and urban green space transformation in Guangzhou,” ISPRS International Journal of Geo-Information, vol. 13, no. 12, pp. 1–18, 2024, doi: 10.3390/ijgi13120452.

[2] Y. Li, J.-C. Svenning, W. Zhou, K. Zhu, J. F. Abrams, T. M. Lenton, S. N. Teng, R. R. Dunn, and C. Xu, “Global inequality in cooling from urban green spaces and its climate change adaptation potential,” arXiv, 2023. [Online]. Available: http://arxiv.org/abs/2307.09725

[3] C. Xu, Y. Xiong, Z. Liu, and Y. Chen, “Spatiotemporal dynamics and scenario simulation of regional green spaces in a rapidly urbanizing Type I large city: A case study of Changzhou, China,” Sustainability, vol. 16, no. 14, 2024, doi: 10.3390/su16146125.

[4] S. Leng, R. Sun, X. Yang, and L. Chen, “Global inequities in population exposure to urban greenspaces increased amidst tree and nontree vegetation cover expansion,” Communications Earth and Environment, vol. 4, no. 1, pp. 1–10, 2023, doi: 10.1038/s43247-023-01141-5.

[5] G. N. de Lima, M. A. Fonseca-Salazar, and J. Campo, “Urban growth and loss of green spaces in the metropolitan areas of São Paulo and Mexico City: Effects of land-cover changes on climate and water flow regulation,” Urban Ecosystems, vol. 26, no. 6, pp. 1739–1752, 2023, doi: 10.1007/s11252-023-01394-0.

[6] R. Nurfadhil and A. F. M. Zain, “Evaluasi ketersediaan ruang terbuka hijau dan penerapan konsep kota hijau di Provinsi DKI Jakarta,” Journal of Regional and Rural Development Planning, vol. 8, no. 1, pp. 76–95, 2024, doi: 10.29244/jp2wd.2024.8.1.76-95.

[7] L. O. Midi, W. O. Hastiani Fahidu, H. Hidayat, E. Hermawati, L. Gandri, L. O. M. Erif, S. Azzahra, and M. Hasman, “Analisis kualitas ruang terbuka hijau Kebun Raya Kendari,” BioWallacea, vol. 11, pp. 198–211, Nov. 2024. [Online]. Available: https://biowallacea.uho.ac.id/index.php/journal/article/download/643/31

[8] M. H. E. M. Browning et al., “Measuring the 3-30-300 rule to help cities meet nature access thresholds,” Science of the Total Environment, vol. 907, 2024, doi: 10.1016/j.scitotenv.2023.167739.

[9] C. C. Konijnendijk, “Evidence-based guidelines for greener, healthier, more resilient neighbourhoods: Introducing the 3–30–300 rule,” Journal of Forestry Research, vol. 34, no. 3, pp. 821–830, 2023, doi: 10.1007/s11676-022-01523-z.

[10] F. Karsa, A. Himawan, Anggraeni, Legiansah, Gustiawan, and F. Syawaludin, “Sustainable urban green infrastructure for air pollution mitigation and environmental quality enhancement,” Oriental Jurnal, vol. 1, no. 4, pp. 160–170, 2025.

[11] S. J. McGrane, “Impacts of urbanisation on hydrological and water quality dynamics, and urban water management: A review,” Hydrological Sciences Journal, vol. 61, no. 13, pp. 2295–2311, 2016, doi: 10.1080/02626667.2015.1128084.

[12] L. O. Midi, S. Bana, N. A. F. Ode, L. Sabaruddin, L. Gandri, L. O. M. Erif, E. Garusu, and S. Kete, “Estimasi biomassa karbon dan serapan CO₂ ekuivalen pohon kemiri dan kopi dalam sistem agroforestri di Kabupaten Buton,” MAKILA, vol. 20, no. 1, pp. 182–197, 2026, doi: 10.30598/makila.v20i1.24891.

[13] A. Buijs et al., “Mosaic governance for urban green infrastructure: Upscaling active citizenship from a local government perspective,” Urban Forestry and Urban Greening, vol. 40, pp. 53–62, 2019, doi: 10.1016/j.ufug.2018.06.011.

[14] N. Frantzeskaki et al., “Nature-based solutions for urban climate change adaptation: Linking science, policy, and practice communities for evidence-based decision-making,” BioScience, vol. 69, no. 6, pp. 455–466, 2019, doi: 10.1093/biosci/biz042.

[15] R. F. Azzam and R. Susanti, “Tingkat pelayanan ruang terbuka hijau publik berdasarkan kebutuhan masyarakat di Perumnas Pucang Gading Demak,” Teknik PWK: Perencanaan Wilayah Kota, vol. 11, no. 3, pp. 249–261, 2022, doi: 10.14710/tpwk.2022.32590.

[16] A. R. Marsela, R. H. Sampurna, and D. Meigawati, “Efektivitas pengelolaan dan pemanfaatan taman tematik di Kota Sukabumi,” Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, vol. 8, no. 3, pp. 374–390, 2025, doi: 10.37329/ganaya.v8i3.4721.

[17] F. Sinatra, A. Monalisa, M. S. F. B. Rosley, M. I. Affandi, and A. M. Bindar, “Integrated planning of thematic green open spaces with goals of urban detailed spatial planning,” PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik, vol. 9, no. 1, pp. 43–53, 2024, doi: 10.51557/pt_jiit.v9i1.1308.

[18] L. K. Campbell, E. S. Svendsen, M. L. Johnson, and S. Plitt, “Not by trees alone: Centering community in urban forestry,” Landscape and Urban Planning, vol. 224, p. 104445, 2022, doi: 10.1016/j.landurbplan.2022.104445.

[19] K. Willis and A. Gupta, “Place-keeping in the park: Testing a living lab approach to facilitate nature connectedness in urban greenspaces,” Sustainability, vol. 15, no. 13, 2023, doi: 10.3390/su15139930.

[20] S. Bradley and I. H. Mahmoud, “Strategies for co-creation and co-governance in urban contexts: Building trust in local communities with limited social structures,” Urban Science, vol. 8, no. 1, 2024, doi: 10.3390/urbansci8010009.

[21] A. Bressane, A. I. S. Loureiro, and R. G. Negri, “Environmental racism in the accessibility of urban green space: A case study of a metropolitan area in an emerging economy,” Urban Science, vol. 8, no. 4, pp. 1–12, 2024, doi: 10.3390/urbansci8040224.

[22] T. Ningtyas, “Pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) publik di Kota Kediri,” Jurnal Ilmiah Manajemen Publik dan Kebijakan Sosial, vol. 3, no. 1, pp. 1–183, 2019.

[23] R. A. Asif and D. I. Kusumadewi, “Pemanfaatan ruang terbuka hijau publik di Kelurahan Wawombalata Kota Kendari,” Tugas Akhir, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, 2009. [Online]. Available: http://eprints.undip.ac.id/41085/

[24] Ernawati, H. I. Johari, and A. P. Hadi, “Studi pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) Udayana,” Academia.edu, 2016. [Online]. Available: https://www.academia.edu/download/96563654/385940868.pdf

[25] Badan Pusat Statistik Kota Kendari, Kecamatan Kendari dalam Angka 2021. Kendari, Indonesia: BPS Kota Kendari, 2021.

[26] M. B. Miles and A. M. Huberman, Analisis Data Kualitatif, T. R. Rohendi, Trans. Jakarta, Indonesia: UI Press, 2002.

[27] A. Rijali, “Analisis data kualitatif,” Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, vol. 17, no. 33, pp. 81–95, 2018.

[28] E. C. Thom, “The discomfort index,” Weatherwise, vol. 12, no. 2, pp. 57–61, 1959, doi: 10.1080/00431672.1959.9926960.

[29] S. Nieuwolt, Tropical Climatology. London, U.K.: Wiley, 1977.

[30] R. Emmanuel, “Thermal comfort implications of urbanization in a warm-humid city: The Colombo Metropolitan Region (CMR), Sri Lanka,” Building and Environment, vol. 40, no. 12, pp. 1591–1601, 2005, doi: 10.1016/j.buildenv.2004.12.004.

[31] S. Carr, M. Francis, L. G. Rivlin, and A. M. Stone, Public Space, 1st ed. Cambridge, U.K.: Cambridge University Press, 1992.

[32] H. Zhou, Y. Liu, and M. He, “The spatial interaction effect of green spaces on urban economic growth: Empirical evidence from China,” International Journal of Environmental Research and Public Health, vol. 19, no. 16, 2022, doi: 10.3390/ijerph191610360.

[33] Fitra and H. Sasana, “Analisis valuasi ekonomi dalam upaya peningkatan kualitas ruang terbuka hijau di Kota Semarang: Studi kasus Taman Indonesia Kaya,” Diponegoro Journal of Economics, vol. 10, no. 1, pp. 1–17, 2021, doi: 10.14710/djoe.29996.

[34] T. Raniah, “Analisis faktor yang mempengaruhi minat masyarakat terhadap penggunaan ruang terbuka hijau publik di wilayah Jabodetabek,” Ruang, vol. 10, no. 2, pp. 90–99, 2024, doi: 10.14710/ruang.10.2.90-99.

[35] F. Sun, J. Zhang, S. Takeda, J. Cui, and R. Yang, “Vertical plant configuration: Its impact on microclimate and thermal comfort in urban small green spaces,” Land, vol. 13, no. 10, 2024, doi: 10.3390/land13101715.

[36] W. Li, P. Pan, D. Fang, and C. Guo, “Effects of plant communities in urban green spaces on microclimate and thermal comfort,” Forests, vol. 16, no. 5, 2025, doi: 10.3390/f16050799.

[37] Z. Liu, J. Li, and T. Xi, “A review of thermal comfort evaluation and improvement in urban outdoor spaces,” Buildings, vol. 13, 2023, doi: 10.3390/buildings13123050.

Downloads

Published

02/07/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Analisis Multi-Aspek Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Publik di Kawasan Perkotaan Tropis (Studi Kasus: Kelurahan Anawai, Kota Kendari)”, jse, vol. 11, no. 3, Jul. 2026, Accessed: Jul. 03, 2026. [Online]. Available: http://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/1835

Similar Articles

61-70 of 393

You may also start an advanced similarity search for this article.