Respon Kadar NPK dan C-Organik Pupuk Organik Cair terhadap Variasi Komposisi Daun Mangga, Pelepah Pisang, dan Lama Fermentasi dengan Bioaktivator EM4

Authors

  • Adam Rayhansyah Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Author
  • Abimanyu Liswoyo Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Author
  • Caecilia Pujiastuti Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Author
  • Lilik Suprianti Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Author

Keywords:

Pupuk organik cair, daun mangga, pelepah pisang, EM4, fermentasi anaerob, unsur hara makro

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki kebutuhan pupuk tinggi, namun produksi pupuk dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga diperlukan alternatif pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu fermentasi dan perbandingan bahan terhadap kandungan unsur hara pupuk organik cair (POC) berbahan daun mangga dan pelepah pisang menggunakan bioaktivator Effective Microorganisms 4 (EM4). Proses fermentasi dilakukan secara anaerob dengan variasi perbandingan pelepah pisang (1:0, 1:1, 0:1) serta variasi waktu fermentasi (8, 12, 16 hari). Parameter yang dianalisis meliputi kadar C-Organik, Nitrogen (N), Fosfat (P₂O₅), Kalium (K₂O), dan rasio C/N menggunakan metode spektrofotometri, Kjeldahl, dan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada hari ke-12 dengan perbandingan bahan 0:1 (pelepah pisang : daun mangga), menghasilkan kadar C-Organik sebesar 13,718%, Nitrogen sebesar 1,247%, Fosfat sebesar 1,739%, Kalium sebesar 2,511%, dan rasio C/N sebesar 11,0008. Perlakuan tersebut telah memenuhi standar mutu pupuk organik cair berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (PERMENTAN) 2011. Penggunaan daun mangga dalam proporsi lebih tinggi terbukti menghasilkan kandungan unsur hara makro yang lebih tinggi dibandingkan pelepah pisang, karena daun mangga memiliki kandungan nitrogen dan mineral yang lebih tinggi serta struktur jaringan yang lebih mudah terdekomposisi.

References

[1] M. Sarwani, J. Mulyono, and S. G. Irianto, “Krisis Pupuk Dunia Dan Dampaknya Bagi Indonesia,” J. Anal. Kebijak., vol. 7, no. 1, pp. 29–47, 2023.

[2] S. N. Amrin, S. Hadi, and C. Cepriadi, “Dampak Kenaikan Harga Pupuk terhadap Penggunaannya pada Usahatani Cabai Keriting di Kota Pekanbaru,” JIA (Jurnal Ilm. Agribisnis) J. Agribisnis dan Ilmu Sos. Ekon. Pertan., vol. 8, no. 6, pp. 507–514, 2023.

[3] S. Darma, S. Ramayana, and B. Suprianto, “Investigasi Kandungan C Organik , N , P , K dan C / N ratio Daun Tanaman Buah Untuk Bahan Pupuk Organik Investigation of Organic C , N , P , K and C / N ratio of Fruit Plant Leaves to Organic Fertilizer Materials,” vol. 3, pp. 12–18, 2020.

[4] S. Darma, S. Ramayana, Sadaruddin, and B. Suprianto, “Investigasi Kandungan C Organik, N, P, K dan C/N Ratio Daun Tanaman Buah Untuk Bahan Pupuk Organik,” J. Agroekoteknologi Trop. Lembab, vol. 3, no. 1, pp. 12–18, 2020.

[5] Mukarlina, R. Linda, and S. D. B. Ginting, “Kandungan Pupuk Organik Cair Berbahan Dasar Serasah Tumbuhan Api-Api (Avicennia marina (Forsk.) Vierh.) dan Ketapang (Terminalia catappa Linn.),” vol. 47, pp. 418–424, 2022.

[6] R. Putri, A. Muarif, I. Kamar, N. Sylvia, and A. Yosi, “Sayuran Dan Limbah Cair Tahu Dengan Bioaktivator EM4,” Chem. Eng. J. Storage, vol. 4, no. 4, pp. 500–512, 2024.

[7] C. Wang et al., “Soil gross N ammonification and nitrification from tropical to temperate forests in eastern China,” Funct. Ecol., no. November 2017, pp. 83–94, 2018, doi: 10.1111/1365-2435.13024.

[8] D. A. P. Sari, D. Taniwiryono, R. Andreina, P. Nursetyowati, and D. S. Irawan, “Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Hasil Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Bantuan Larva Black Soldier Fly (BSF,” Agro Bali Agric. J., vol. 5, no. 1, pp. 102–112, 2022.

[9] N. N. Maghfirani, N. A. Novitrie, V. Setiani, and I. Lesmana, “Analisis Variasi Bahan terhadap Kualitas Pupuk Organik Cair ( POC ) Dari Sisa Makanan Analysis of Material Variations to Fertilizer Organic Liquid From Food Waste,” vol. 6, no. 2, pp. 81–90, 2024.

[10] M. A. Kusumadewi, A. Suyanto, and B. Suwerda, “Kandungan Nitrogen , Phosphor , Kalium , dan pH Pupuk Organik Cair dari Sampah Buah Pasar Berdasarkan Variasi Waktu,” vol. 11, no. 2, pp. 92–99, 2019.

[11] L. Muliati, R. Maelani, and S. Nur, “Determination of Optimal Fermentation Time in the Production of Liquid Organic Fertilizer from Tempe Liquid Waste with the Addition of Banana Peels,” vol. 7, no. 01, pp. 193–202, 2025.

[12] D. Widyabudiningsih et al., “Pembuatan dan Pengujian Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Buah-buahan dengan Penambahan Bioaktivator EM4 dan Variasi Waktu Fermentasi,” IJCA (Indonesian J. Chem. Anal., vol. 4, no. 1, pp. 30–39, 2021, doi: 10.20885/ijca.vol4.iss1.art4.

[13] R. D. M. Simanungkalit, D. A. Suriadikarta, R. Saraswati, D. Setyorini, W. Hartatik, and B. Penelitian, “Pupuk organik dan pupuk hayati,” 2006.

[14] R. Syafri and D. S. Chairil, “Industri Keripik Nenas Dan Nangka Desa Kualu Nenas Dengan,” J. Phot., vol. 8, no. 1, pp. 4–9, 2017.

[15] I. Saputri, P. Studi, T. Pengolahan, H. Bumi, P. Palu, and K. Kunci, “Analisis NPK Pupuk Organik Cair Dari Berbagai Jenis Air Cucian Beras Dengan Metode Fermentasi Yang Berbeda,” vol. 11, no. 1, pp. 36–42, 2021.

Downloads

Published

01/07/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Respon Kadar NPK dan C-Organik Pupuk Organik Cair terhadap Variasi Komposisi Daun Mangga, Pelepah Pisang, dan Lama Fermentasi dengan Bioaktivator EM4”, jse, vol. 11, no. 3, Jul. 2026, Accessed: Jul. 01, 2026. [Online]. Available: http://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/1848

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

21-30 of 150

You may also start an advanced similarity search for this article.