Kajian Penerapan Jalur Evakuasi dan Pengaruhnya terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana di Kelurahan Mertasinga Cilacap
Keywords:
Jalur Evakuasi, Kesiapsiagaan Masyarakat, Bencana AlamAbstract
Wilayah pesisir Kelurahan Mertasinga, Kabupaten Cilacap, merupakan kawasan yang memiliki potensi risiko bencana tsunami sehingga memerlukan kesiapan masyarakat yang didukung oleh penerapan jalur evakuasi yang memadai. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kondisi fisik jalur evakuasi, menilai persepsi masyarakat terhadap penerapan jalur evakuasi, serta menganalisis keterkaitannya dengan tingkat kesiapsiagaan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana di Kelurahan Mertasinga. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada 55 responden yang dipilih berdasarkan probability sampling dengan teknik cluster random sampling, kemudian data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik jalur evakuasi belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan bencana, terutama pada aspek rambu evakuasi, papan peta evakuasi, dan penandaan titik kumpul. Penilaian masyarakat menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai penerapan jalur evakuasi dalam kategori kurang. Meskipun demikian, mayoritas masyarakat memiliki tingkat kesiapsiagaan yang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya keterkaitan yang signifikan antara penerapan jalur evakuasi dan tingkat kesiapsiagaan masyarakat (p = 0,003). Penelitian menyimpulkan bahwa kualitas penerapan jalur evakuasi berperan penting dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat.
References
[1] H. Rakuasa and Y. Pakniany, “Assessing the Probability of Megathrust Earthquakes in Indonesia: A Review of Seismic Hazard Assessment and Mitigation Strategies,” Sci. Nat. J. Loomingulisus ja Innov., vol. 1, no. 3, pp. 98–116, 2024, [Online]. Available: https://doi.org/10.70177/innovatsioon.v1i3.1275
[2] S. A. Mazhin et al., “Criteria and components of the emergency and disaster database in Iran: A content analysis study,” J. Educ. Health Promot., vol. 10, no. 1, p. 407, 2021, doi: 10.4103/jehp.jehp.
[3] BNPB, Data Bencana Indonesia 2024. Jakarta: Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2024.
[4] G. I. O. Lamandasa, W. M. V. Wariki, and Z. C. J. G. Porajow, “Analisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan, tindakan dengan kesiapsiagaan banjir pada masyarakat di Kecamatan Mandolang, Minahasa,” J. Kedokt. Komunitas dan Trop., vol. 13, no. 1, pp. 727–733, 2025, doi: 10.35790/jkkt.v13i2.65674.
[5] H. A. W. Irsyad and N. Hitoshi, “Flood disaster evacuation route choice in Indonesian urban riverbank kampong: Exploring the role of individual characteristics, path risk elements, and path network configuration,” Int. J. Disaster Risk Reduct., vol. 81, no. August, p. 103275, 2022, doi: 10.1016/j.ijdrr.2022.103275.
[6] R. M. Saika, N. Cholis Idham, and M. E. Arkan, “Analysis of Evacuation Routes Effectiveness on Dormitory Building (Case Study: Rusunawa Putri UII, Yogyakarta),” Int. J. Archit. Urban., vol. 08, no. 03, p. 400, 2024.
[7] A. F. Isra and F. Lestari, “Studi Pengaruh Jalur Evakuasi dan Sistem Darurat Terhadap Kecepatan Evakuasi Insiden Kebakaran di Stadion JIS,” J. Impresi Indones., vol. 4, no. 7, pp. 2330–2344, 2025, doi: 10.58344/jii.v4i7.6773.
[8] H. Sofyan, R. Suryani Oktari, J. Fisaini, G. Rahmatina, and A. Hidayati, “Analysis of Community Preparedness and Tsunami Evacuation Routes: A Case Study in Banda Aceh,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 1510, no. 1, 2025, doi: 10.1088/1755-1315/1510/1/012013.
[9] H. Sofyan et al., “Are we prepared for the next one? Evaluating community evacuation preparedness 20 years after the Indian Ocean tsunami,” Int. J. Disaster Risk Reduct., vol. 121, pp. 1433–1438, 2025, doi: 10.54082/jamsi.1841.
[10] G. Handoyo, S. Sutoyo, and M. Syafiudin, “Analisis Risiko dan Strategi Mitigasi Bencana Tsunami Di Pesisir Selatan Jawa Studi Kasus : Kabupaten Cilacap,” J. Tek. Sipil dan Lingkung., vol. 8, no. 02, pp. 77–84, 2023, doi: 10.29244/jsil.8.02.77-84.
[11] A. Retno, M. Saputri, M. M. Muqoddas, and Z. Irayani, “Tsunami Evacuation Route Mapping In The Tegalkamulyan Area, Cilacap Regency Based On The Potential Of A South Java Earthquake,” J. Meteorol. DAN Geofis., vol. 26, no. 2, pp. 133–144, 2025.
[12] F. M. Faruk, A. Wulandari, and F. Sisilia Doven, “Household Preparedness for Natural Hazard Events in Central Java, Indonesia: A Review From the Socioeconomic Aspect,” Sumatra J. Disaster, Geogr. Geogr. Educ., vol. 5, no. 2, pp. 97–106, 2021, [Online]. Available: http://sjdgge.ppj.unp.ac.id/index.php/Sjdgge
[13] N. A. Akhirianto, S. R. Giyarsih, and D. Mardiatno, “Kesiapsiagaan masyarakat desa tangguh bencana terhadap ancaman tsunami di Kabupaten Cilacap,” Maj. Geogr. Indones., vol. 37, no. 2, p. 158, 2023, doi: 10.22146/mgi.82871.
[14] R. Badan Kepegawaian Negara, Berita Negara, vol. 151, no. 2. 2020.
[15] A. S. Yahya and D. A. Syahputra, “Community preparedness for flood disasters: The role of knowledge and attitudinal factors in disaster-prone areas,” Calam. A J. Disaster Technol. Eng., vol. 3, no. 1, pp. 58–67, 2025, doi: 10.61511/calamity.v3i1.2025.2067.
[16] A. R. Hamidi, P. Novo, and J. Paavola, “Household flood resilience in the Nowshera district, Pakistan: A multidimensional analysis,” Int. J. Disaster Risk Reduct., vol. 116, no. July 2024, p. 105124, 2025, doi: 10.1016/j.ijdrr.2024.105124.
[17] D. Rendrarini, C. B. Susila, H. Susilo, and S. Minarsih, “Kajian Jalur Evakuasi Serta Tempat Evakuasi Bencana Gempa Tsunami Terhadap Hasil Partisipatif Masyrakat Di Kelurahan Ploso Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan,” J. Qua Tek., vol. 15, no. 2, pp. 82–88, 2025, doi: 10.30906/mitom.2025.7.44-52.
[18] Benazir, Syamsidik, Y. Idris, and N. P. Putra, “Connecting community’s perspectives on tsunami risk to anticipated future tsunamis: a reflection from a progress of tsunami preparedness from a coastal community in Aceh-Indonesia after 19 years of the 2004 Indian Ocean Tsunami,” Geoenvironmental Disasters, vol. 10, no. 1, 2023, doi: 10.1186/s40677-023-00252-7.
[19] H. D. E. Nugroho, D. Permana, and F. S. N. Suratna, “Efektivitas Pemberian Buku Saku Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siaga Kebakaran di Rumah Sakit X Sukoharjo,” J. Ind. Hyg. Occup. Heal., vol. 9, no. 2, pp. 201–212, 2025, [Online]. Available: http://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/JIHOH
[20] A. Pratiwi and R. Widhiastuti, “Penerapan Behavior Based Safety Dengan Metode Abc Untuk Meningkatkan Safety Behavior Pada Pekerja Wanita Di Sentra Pengasapan Ikan Kawasan Pesisir Kota Tegal,” J. Ind. Hyg. Occup. Heal., vol. 9, no. 2, pp. 144–156, 2025.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andy Wijaya, Aan Subekti Proklamanto, Nita Sofia Rakhmawati, Eko Setiono (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











