Pengaturan Simpang Tak Bersinyal di Jalan Rajawali – Jalan Lele Kota Palangka Raya

Authors

  • Julian Nalelo Universitas Palangka Raya Author
  • Desi Riani Universitas Palangka Raya Author
  • Desriantomy Universitas Palangka Raya Author

Keywords:

kinerja simpang, volume lalu lintas, tundaan, derajat kejenuhan

Abstract

Persimpangan Jalan. Rajawali– Jalan. Lele ialah simpang tak bersinyal dengan 4 lengan dengan tata guna lahan komersial sehingga dibeberapa pendekat ada hambatan samping berbentuk kendaraan parkir serta pula orang dagang dipinggir jalur yang mengusik pengguna jalur buat melintasi persimpangan sehingga kerapkali terjalin antrian. Riset ini bertujuan buat mengevaluasi kinerja simpang tanpa sinyal serta menganjurkan pelaksanaan pemecahan ataupun alternatif revisi supaya simpang bisa bekerja secara maksimal Pengumpulan informasi dicoba sepanjang 3 hari. Informasi– informasi dikumpulkan yaitu  informasi geometri( lebar masing– masing pendekat, lebar median), Volume kemudian lintas yang diperoleh lewat survei lapangan setelah itu dikonversi ke dalam satuan mobil penumpang( smp/ jam) sebagai bawah analisis cocok Pedoman Kapasitas Jalur Indonesia( PKJI 2023), sehingga diperoleh besaran arus kemudian lintas. Berikutnya, kinerja simpang dianalisis dengan mengacu pada PKJI 2023. Hasil riset menampilkan kalau pada pagi(pukul 06. 30–07. 30 WIB)kinerja Simpang Jalan. Rajawali– Jalan Lele hari Senin, 19 Agustus 2025, dalam keadaan eksisting tercantum jenis tingkat pelayanan( ITP) F. Tercatat sebesar 2775 smp/ jam nilai kapasitas simpang, sebesar 0, 861 derajat kejenuhan serta sebesar 14, 748 detik/ smp tundaan simpang. Nilai derajat kejenuhan tersebut sudah melampaui batasan yang direkomendasikan oleh PKJI, ialah kurang dari<0, 85. Bersumber pada penemuan tersebut, pemecahan yang diusulkan merupakan melaksanakan pelebaran pada jalur minor agar nilai derajat kejenuhan bisa diturunkan sampai terletak di dasar batasan yang dianjurkan PKJI.

References

[1] Prasetyanto, D. 2013. Rekayasa Lalu Lintas. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

[2] Morlok, Edward K. 1998. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Jakarta: Erlangga.

[3] Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. 1996. Pedoman Teknis Pengaturan Lalu Lintas di Persimpangan Berdiri Sendiri dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas. Jakarta: Departemen Perhubungan.

[4] Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. 2015. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 96 Tahun 2015 tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan. Jakarta.

[5] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2023. Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Marga.

[6] Badan Pusat Statistik. 2022. Kota Palangka Raya Dalam Angka 2022. Palangka Raya: BPS Kota Palangka Raya.

[7] Gusmulyani. 2020. “Analisa Kinerja dan Perilaku Kendaraan pada Simpang Tidak Bersinyal (Studi Kasus Simpang Abdoer Rauf Teluk Kuantan) Menggunakan Metode MKJI 1997.” Skripsi/Tugas Akhir.

[8] Irwanto. 2016. “Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal Jalan Simpang Plaza Tugu Kabupaten Purworejo.” Skripsi/Tugas Akhir.

[9] Sahara Nugra Diani. 2024. “Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal (Studi Kasus Jalan Imam Bonjol – Jalan Pagar Alam).” Skripsi/Tugas Akhir.

[10] Simplesius Frain. 2023. “Analisis Kinerja Simpang Tiga Tak Bersinyal di Jalan Gatot Subroto – Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Trunojoyo Kota Malang.” Skripsi/Tugas Akhir.

[11] Tim Penyusun Fakultas Teknik. 2026. Buku Panduan Penulisan Skripsi. Palangka Raya: Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya.

Downloads

Published

30/06/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Pengaturan Simpang Tak Bersinyal di Jalan Rajawali – Jalan Lele Kota Palangka Raya ”, jse, vol. 11, no. 3, Jun. 2026, Accessed: Jul. 01, 2026. [Online]. Available: http://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/1908

Similar Articles

41-50 of 187

You may also start an advanced similarity search for this article.