Briket Limbah Serbuk Gergaji dan Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Sebagai Sumber Energi Alternatif
Keywords:
briket, daun rambutan kering, perekat bubur kertas, serbuk gergajiAbstract
Pemanfaatan limbah di Indonesia sebagai sumber daya berkelanjutan dan telah menjadi fokus utama dalam
bidang sumber energi terbarukan, salah satu contohnya briket. Pemanfaatan serbuk gergaji dikarenakan
limbah serbuk gergajian di Provinsi Jambi mencapai 7.086,7 m3 dan daun rambutan kering memiliki nilai
kalor yang tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis karakteristik briket yang dihasilkan,
membandingkannya dengan standar SNI 01-6235-2000, serta menentukan komposisi optimal berdasarkan
rasio perekat bubur kertas berdasarkan parameter kadar air, kadar abu, nilai kalor dan kerapatan. Metode yang
digunakan adalah dengan metode pirolisis dengan suhu pembakaran arang adalah 300 ℃ selama 2 jam. Hasil
pengujian menunjukkan bahwa semua rasio briket berhasil memenuhi standar kadar air (maksimum 8%),
dengan kadar air tertinggi mencapai 6,22% pada briket sampel B. Untuk nilai kalor, hanya briket sampel A
yang memenuhi standar minimum (5000 kal/gr), yaitu sebesar 5508,67 kal/gr. Semua rasio briket untuk
parameter kadar abu belum dapat hasil maksimal karena belum dapat memenuhi standar SNI kadar abu
(maksimum 8%), dengan kadar abu terendah yang didapatkan 11,98% pada sampel D. Sementara itu, semua
rasio briket berhasil memenuhi standar Inggris untuk parameter kerapatan (minimum 0,46 gr/cm3), dengan
kepadatan terendah 0,47 gr/cm3 pada briket sampel C.
References
[1] R. Rahmadani, F. Hamzah, dan F. H. Hamzah, “Pembuatan Briket Arang Daun Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Dengan Perekat Pati Sagu (Metroxylon Sago Rott.),” JOM Faperta UR, vol. Vol. 4, no. 1, hal. 1–11, 2017.
[2] S. Suhartoyo dan Y. Kristiawan, “Pemanfatan Limbah Biomassa Menjadi Sumber Energi Alternatif,” J. Crankshaft, vol. 3, no. 2, hal. 23–28, 2020.
[3] R. Eka Putri dan A. Andasuryani, “Studi Mutu Briket Arang Dengan Bahan Baku Limbah Biomassa,” J. Teknol. Pertan. Andalas, vol. 21, no. 2, hal. 143, 2017.
[4] A. M. Ilyas, “Bubur Kertas Untuk Perekat Briket Serbuk Gergaji Sebagai Sumber Energi Alternatif,” vol. 5, no. 2, 2016.
[5] A. Wandi, S. Harri, dan A. Askin, “Pemanfaatan Limbah Daun Kering Menjadi Briket Untuk Bahan Bakar Tungku,” vol. Vol. 1, no. 1, hal. 1–6, 2015.
[6] A. Meidina, S. Suwandi, dan N. Fitriyanti, “Analisis Pengaruh Penambahan Bahan Aditif Kertas Pada Briket Sampah Organik Terhadap Kalori Briket,” in e-Proceeding of engineering, 2020, hal. 9255–9262.
[7] M. A. Rahim, M. E. Santoso, W. Suryana, dan K. W. Sukayasa, “Daur Ulang Limbah Kertas Untuk Peningkatan Keterampilan Masyarakat Di Bantaran Sungai Kota Tasikmalaya,” J. Abdimas Ilm. Citra Bakti, vol. 4, no. 2, hal. 332–250, 2023.
[8] K. Abidin, “Pengaruh Variasi Konsentrasi Perekat Tepung Tapioka Dan Bubur Kertas Terhadap Analisis Proksimat, Nilai Kalor, Dan Laju Pembakaran Briket Campuran Tempurung Dan Serabut Kelapa,” Universitas Tidar, 2021.
[9] A. Ekayuliana dan N. Hidayati, “Analisis Nilai Kalor dan Nilai Ultimate Briket Sampah Organik Dengan Bubur Kertas,” J. Mek. Terap., vol. 1, no. 2, hal. 107–115, 2020.
[10] A. Utari, S. Sukmawaty, dan A. Amuddin, “Analisis Kualitas Briket Sabut Kelapa ( Cocos Nucifera L ) Dengan Perekat,” J. J-AGENT, vol. Vol. 2, no. 2, hal. 111–118, 2024.
[11] I. A. Hernawati, P. E. Broto, S. Sahara, dan S. R. A. Rani, “Optimization of Bio-Briquettes As an Alternative Fuel Solution Through the Combination of Cocoa Fruit Peel, Peel of Banana (Musa Paradisiaca L.) and Tapioca Flour,” J. Online Phys., vol. 9, no. 2, hal. 37–43, 2024.
[12] Z. Ulma, M. Handayani, A. N. R. Putri, dan C. F. Ivana, “Pengaruh Penekanan Terhadap Kadar Air, Kadar Abu, dan Nilai Kalor Briket Dari Sludge Biogas Kotoran Sapi,” JPPL (Jurnal Pengendali. Pencemaran Lingkungan), vol. 3, no. 02, hal. 81–86, 2021.
[13] SNI 06-3730-1995, “Standar Nasional Indonesia (SNI) Arang Aktif Teknis No. 06-3730-1995,” Badan Stand. Nas., hal. 1–21, 1995.
[14] S. Y. Kpalo, M. F. Zainuddin, H. B. A. Halim, A. F. Ahmad, dan Z. Abbas, “Physical characterization of briquettes produced from paper pulp and Mesua ferrea mixtures,” Biofuels, vol. 13, no. 3, hal. 333–340, 2022.
[15] Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Pedoman Teknis Pembuatan Briket Arang. Bogor: Departemen Kehutanan. Bogor., 1994.
[16] A. A. Pratama, D. Shadewa, dan M. Muhyin, “Pengaruh komposisi bahan dasar dan variasi jenis perekat terhadap nilai kalo, kadar air, dan kadar abu,” Publ. Online Mhs. Tek. Mesin, vol. 1, no. 2, hal. 1–10, 2018.
[17] A. Triono, “Karakteristik Briket Arang dari Campuran Serbuk Gergajian Kayu Afrika (Maesopsis enrinnii) dan Sengon (Paraserianthes falcutaria L. Nielsen) dengan Penambahan Tempurung Kelapa (Cocos nucifera L).,” Institut Pertanian Bogor, 2006.
[18] W. M. Hutagaol, T. Tunggal, dan H. Ari, “Pengaruh Tekanan Dan Ukuran Partikel Arang Penyusun Briket Terhadap Karakteristik Briket Pelepah Kelapa Sawit,” J. Tek. Pertan. Sriwij., vol. 4, no. 2, hal. 64–76, 2015.
[19] S. Samsinar, “Penentuan Nilai Kalor Briket Dengan Memvariasikan Berbagai Bahan Baku,” Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar, 2014.
[20] F. H. Saleh, R. R. Hadi, A. I. A. Shidiq, S. A. N. Genyai, dan G. K. Pertiwi, “Pembuatan Biobriket dari Limbah Dedaunan,” Teknoin, vol. 22, no. 9, hal. 698–703, 2016.
[21] N. M. Ramadhani, “Karakteristik Briket Dari Serbuk Gergaji Kayu Kelas III Mahoni Dan Tempurung Kelapa,” Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, 2023.
[22] D. Sumangat dan B. Wisnu, “Kajian Teknis Dan Ekonomis Pengolahan Briket Bungkil Biji Jarak Pagar Sebagai Bahan Bakar Tungku,” J. Bul. Teknol. Pasca Panen Pertan., vol. 5, no. 1, hal. 18–26, 2009.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Farhan Rizqillah, Febri Juita Anggraini, Hariestya Viareco (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











