Konsentrasi dan Distribusi Spasial Arsenik (As) Pada Air Sungai Batang Ombilin, Sawahlunto, Sumatra Barat

Authors

  • Ahmad Fauzan Universitas Andalas Author
  • Zulkarnaini Universitas Andalas Author
  • Shinta Silvia Universitas Andalas Author

Keywords:

arsenik, Sungai Batang Ombilin, penambangan ilegal, kualitas air

Abstract

Sungai Batang Ombilin di Sawahlunto, Sumatra Barat, menghadapi berbagai antropogenik dari lima jenis penggunaan lahan yang berbeda, termasuk penambangan pasir dan emas ilegal, PLTU, kawasan permukiman, PDAM, dan bekas tambang batu bara. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi arsenik (As) dan kaitannya dengan parameter fisik air di sepanjang sungai tersebut. Pengambilan sampel dilakukan pada lima titik yang mewakili masing-masing penggunaan lahan, dengan analisis konsentrasi As menggunakan ICP-OES dan pengukuran parameter fisik secara in situ. Hasil menunjukkan bahwa seluruh parameter fisik (pH 8,0 - 8,4; suhu 23,6 - 30,1°C; DO 5,2 - 5,6 mg/L) masih memenuhi baku mutu air Kelas II PP RI No. 22 Tahun 2021. Konsentrasi As berkisar antara 0,0053 - 0,0745 mg/L, di mana hanya lokasi penambangan pasir dan emas yang melampaui ambang batas 0,05 mg/L akibat oksidasi melalui mekanisme drainase asam tambang. Analisis korelasi Pearson menunjukkan pH memiliki korelasi terkuat terhadap distribusi spasial As (r = -0,7314), yang diikuti korelasi positif dengan kekuatan sedang dengan DO (r = 0,5144) dan korelasi positif lemah dengan suhu (r = 0,3569) yang mungkin disebabkan oleh jumlah sampel yang terbatas (n = 5). Penambangan pasir dan emas ilegal teridentifikasi sebagai sumber pencemaran As paling kritis dan memerlukan pemantauan serta penanganan yang lebih sistematis.

References

[1] Mulyani ES, N. K. T. Martuti, dan A. Irsadi, "Pola Akumulasi Logam Cu Ikan Bandeng selama Periode Pertumbuhan Di Tambak," Sainteknol J. Sains Teknol., vol. 14, no. 2, hlm. 151–158, Des 2016, doi: 10.15294/sainteknol.v14i2.8997.

[2] Sudiyani, Y., Rahayuningwulan, D., & Ardeniswan. (2011). Determinasi Arsen (As) Dan Merkuri (Hg) Dalam Air Dan Sedimen Di Kolam Bekas Tambang Timah (Air Kolong) Di Propinsi Bangka-Belitung, Indonesia.

[3] Gani, P. R., Abidjulu, J., & Wuntu, A. D. (2017). Analisis Air Limbah Pertambangan Emas Tanpa Izin Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal MIPA, 6(2), 6. https://doi.org/10.35799/jm.6.2.2017.16927

[4] Istarani, F., & Pandebesie, E. S. (2014). Studi Dampak Arsen ( As ) dan Kadmium ( Cd ). Jurnal Teknik POMITS, 3(1), 1–6. http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/viewFile/5684/1685

[5] M. T. Kitong, J. Abidjulu, dan H. S. Koleangan, “Analisis Merkuri (Hg) dan Arsen (As) di Sedimen Sungai Ranoyapo Kecamatan Amurang Sulawesi Utara,” J. MIPA, vol. 1, no. 1, hlm. 16, Agu 2012, doi: 10.35799/jm.1.1.2012.425.

[6] Purba I. Y. S., Izmiarti, & Indah Solfiyeni. (2015). Community of Epilithic Algae as Biological Indicator In Ombilin River, West Sumatera. Jurnal Biologi Universitas Andalas (J. Bio. UA.), 4(2), 138–144.

[7] D. Putri dan A. Afdal, “Identifikasi Pencemaran Logam Berat dan Hubungannya dengan Suseptibilitas Magnetik pada Sedimen Sungai Batang Ombilin Kota Sawahlunto,” J. Fis. Unand, vol. 6, no. 4, hlm. 341–347, Okt 2017, doi: 10.25077/jfu.6.4.341-347.2017.

[8] M. Azizah dan M. Maslahat, “Kandungan Logam Berat Timbal (Pb), Kadmium (Cd), dan Merkuri (Hg) di dalam Tubuh Ikan Wader (Barbodes binotatus) dan Air Sungai Cikaniki, Kabupaten Bogor,” Limnotek Perair. Darat Trop. Indones., vol. 28, no. 2, Des 2021, doi: 10.14203/limnotek.v28i2.331.

[9] J. G. Skousen, A. Sexstone, dan P. F. Ziemkiewicz, “Acid Mine Drainage Control and Treatment,” dalam Agronomy Monographs, 1 ed., vol. 41, R. I. Barnhisel, R. G. Darmody, dan W. Lee Daniels, Ed., Wiley, 2000, hlm. 131–168. doi: 10.2134/agronmonogr41.c6.

[10] M. F. Johnson dkk., “Rising water temperature in rivers: Ecological impacts and future resilience,” WIREs Water, vol. 11, no. 4, hlm. e1724, Jul 2024, doi: 10.1002/wat2.1724.

[11] Dan Moore, R., D. L. Spittlehouse, and Anthony Story. "Riparian microclimate and stream temperature response to forest harvesting: a review 1." JAWRA Journal of the American Water Resources Association 41.4 (2005): 813-834.

[12] Mahyudin, Mahyudin, Soemarno Soemarno, and Tri Budi Prayogo. "Analisis kualitas air dan strategi pengendalian pencemaran air Sungai Metro di Kota Kepanjen Kabupaten Malang." Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari 6.2 (2015).

[13] B. Baniya dkk., “Water quality assessment along the segments of Bagmati River in Kathmandu valley, Nepal,” Nepal J. Environ. Sci., vol. 7, hlm. 1–10, Des 2019, doi: 10.3126/njes.v7i0.34314.

[14] P.-J. Chen, C.-H. Su, C.-Y. Tseng, S.-W. Tan, dan C.-H. Cheng, “Toxicity assessments of nanoscale zerovalent iron and its oxidation products in medaka (Oryzias latipes) fish,” Mar. Pollut. Bull., vol. 63, no. 5–12, hlm. 339–346, 2011, doi: 10.1016/j.marpolbul.2011.02.045.

[15] F. Zhuang dkk., “Biogeochemical behavior and pollution control of arsenic in mining areas: A review,” Front. Microbiol., vol. 14, hlm. 1043024, Mar 2023, doi: 10.3389/fmicb.2023.1043024.

[16] K. Wantzen dan J. Mol, “Soil Erosion from Agriculture and Mining: A Threat to Tropical Stream Ecosystems,” Agriculture, vol. 3, no. 4, hlm. 660–683, Sep 2013, doi: 10.3390/agriculture3040660.

[17] A. Mojiri dkk., “Adsorption methods for arsenic removal in water bodies: a critical evaluation of effectiveness and limitations,” Front. Water, vol. 6, hlm. 1301648, Feb 2024, doi: 10.3389/frwa.2024.1301648.

[18] L. Yang, Y. Tang, H. Sun, L. He, dan R. Li, “Hydrochemical characteristics of abandoned coal mines derived acid mine drainage in a typical karst basin (Wuma river basin, Guizhou China),” Heliyon, vol. 10, no. 11, hlm. e31963, Jun 2024, doi: 10.1016/j.heliyon.2024.e31963.

[19] Muryadi, Budijono, & Hasbi, M. (2020). Akumulasi Logam Berat Dalam Tiga Organ Ikan Dari Koto Panjang. Jurnal Sumberdaya Dan Lingkungan Akuatik, 1(2).

[20] P. L. Smedley dan D. G. Kinniburgh, “A review of the source, behaviour and distribution of arsenic in natural waters,” Appl. Geochem., vol. 17, no. 5, hlm. 517–568, Mei 2002, doi: 10.1016/S0883-2927(02)00018-5.

[21] L. Zeng, F. Yang, Y. Chen, S. Chen, M. Xu, dan C. Gu, “Temperature and Dissolved Oxygen Drive Arsenic Mobility at the Sediment Water Interface in the Lake Taihu,” Toxics, vol. 12, no. 7, hlm. 471, Jun 2024, doi: 10.3390/toxics12070471.

[22] S. G. Johnston, N. Karimian, dan E. D. Burton, “Seasonal Temperature Oscillations Drive Contrasting Arsenic and Antimony Mobilization in a Mining‐Impacted River System,” Water Resour. Res., vol. 56, no. 10, hlm. e2020WR028196, Okt 2020, doi: 10.1029/2020WR028196.

[23] S. Paikaray, “Arsenic Geochemistry of Acid Mine Drainage,” Mine Water Environ., vol. 34, no. 2, hlm. 181–196, Jun 2015, doi: 10.1007/s10230-014-0286-4.

[24] Y. Cai, H. Zhang, G. Yuan, dan F. Li, “Sources, speciation and transformation of arsenic in the gold mining impacted Jiehe River, China,” Appl. Geochem., vol. 84, hlm. 254–261, Sep 2017, doi: 10.1016/j.apgeochem.2017.07.001.

Downloads

Published

02/07/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Konsentrasi dan Distribusi Spasial Arsenik (As) Pada Air Sungai Batang Ombilin, Sawahlunto, Sumatra Barat”, jse, vol. 11, no. 3, Jul. 2026, Accessed: Jul. 03, 2026. [Online]. Available: http://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/1843

Similar Articles

111-120 of 403

You may also start an advanced similarity search for this article.