Pemanfaatan Adsorben Dari Cangkang Telur Ayam Broiler Untuk Menurunkan Kadar Cu Pada Limbah Elektroplating
Keywords:
adsorben, cangkang telur ayam, elektropalting, logam berat, waktu kontakAbstract
Limbah elektroplating mengandung logam berat seperti tembaga (Cu) yang bersifat toksik dan berbahaya bagi lingkungan serta kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan cangkang telur ayam broiler sebagai adsorben alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan dalam menurunkan kadar Cu pada limbah elektroplating. Cangkang telur diaktivasi menggunakan HCl 0,1 M selama 24 jam, kemudian dikeringkan pada suhu 100°C. Proses adsorpsi dilakukan dengan variasi massa adsorben (2, 4, 6, 8, dan 10 gram) dan waktu kontak (20, 40, dan 60 menit) pada volume larutan 20 mL dengan konsentrasi awal Cu 958,03 mg/L. Analisis kadar Cu menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi adsorpsi meningkat seiring bertambahnya massa adsorben dan waktu kontak. Kondisi optimum dicapai pada massa adsorben 6 gram dan waktu kontak 60 menit dengan persentase recovery sebesar 99,5764% dan kadar akhir Cu 4,058 mg/L. Model isoterm Langmuir (R² = 0,8911) lebih sesuai dibandingkan Freundlich (R² = 0,846) dalam menggambarkan proses adsorpsi, yang mengindikasikan adsorp si terjadi pada permukaan homogen dengan pembentukan monolayer. Rasio optimum adsorben terhadap larutan adalah 1 : 3,33 (gram/mL). Penelitian ini membuktikan bahwa cangkang telur ayam teraktivasi asam berpotensi sebagai adsorben yang efektif dan efisien untuk pengolahan limbah elektroplating.
References
[1] Riyanto, Agus. "Fitoremediasi Kayu Apu, Eceng gondok, dan Bambu air untuk menurunkan kadar BOD air limbah pabrik tahu." Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat 12.02 (2023): 162-170.
[2] M. Jaishankar dkk., "Toksisitas, mekanisme dan efek kesehatan beberapa logam berat," Toksikologi Interdisipliner, vol. 7, no. 2, hlm. 60–72, 2014, doi: 10.2478/intox-2014-0009.
[3] PB Tchounwou dkk., Toksikologi Molekuler, Klinis dan Lingkungan Volume 3: Toksikologi Lingkungan, 2012, doi: 10.1007/978-3-7643-8340-4.
[4] M. Alaqarbeh, P. Al, dan HB Abdullah, "Fenomena Adsorpsi: Definisi, Mekanisme, dan Jenis Adsorpsi: Tinjauan Singkat," RHAZES: Kimia Hijau dan Terapan, vol. 13, hlm. 43–51, Sep. 2021, doi: 10.48419/IMIST.PRSM/rhazes-v13.28283.
[5] M. Pettinato dkk., "Cangkang Telur: Adsorben hijau untuk penghilangan logam berat dalam sistem MBR," Ekotoksikologi dan Keamanan Lingkungan, vol. 121, hlm. 57–62, 2015, doi: 10.1016/j.ecoenv.2015.05.046.
[6] S. Oko, A. Kurniawan, dan D. Angreni, "Pengaruh Massa Adsorben Blending CaO Dari Cangkang Telur dan Karbon Teraktivasi untuk Adsorpsi Zat Warna Methylene Blue," Metana, vol. 18, tidak. 2, hal. 99–104, 2022, doi: 10.14710/metana.v18i2.49376.
[7] ESY Yusmartini et al., "Cangkang Telur sebagai Adsorben untuk Adsorpsi Logam Timbal (Pb) dan Besi (Fe)," AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment), vol. 8, no. 1, hlm. 1–5, 2024, doi: 10.29165/ajarcde.v8i1.349.
[8] IN Amanah et al., “Pengaruh Jenis Asam Pada Aktivasi Cangkang Telur Sebagai Adsorben Logam Cu Pada Air Kolong,” dalam Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, hal. 117–122, 2022.
[9] Z. Worku, S. Tibebu, JF Nure, S. Tibebu, W. Moyo, AD Ambaye, dan TTI Nkambule, "Adsorpsi kromium dari air limbah elektroplating menggunakan karbon aktif yang dikembangkan dari eceng gondok," BMC Chemistry, vol. 17, hal. 85, Juli 2023, doi: 10.1186/s13065-023-00993-4.
[10] S. Elystia, RR Pratiwi, dan SR Muria, “Biosorpsi Kromium (Cr) Pada Limbah Cair Industri Elektroplating Menggunakan Biomassa Ragi Roti (Saccharomyces cerevisiae),” J. Dampak, vol. 15, tidak. 1, hal. 1–6, 2018, doi: 10.25077/dampak.15.1.1-6.2018.
[11] VN Amalia, S. Oktorina, dan RDN Setyowati, “Efisiensi Penyerapan Logam Besi (Fe) Menggunakan Adsorben Cangkang Telur Ayam Dengan Sistem Batch,” J. Teknol. Ilmu Teknologi, jilid. 14, tidak. 2, hal. 91–96, 2022, doi: 10.34151/technoscientia.v14i2.3590.
[12] NAF Anwar, I. Meicahayanti, dan DE Rahayu, "Pengaruh Variasi Waktu Kontak dan Massa Adsorben Kulit Jeruk Siam (Citrus nobilis) terhadap Penyisihan Kadmium (Cd) dan Merkuri (Hg)," Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL, vol. 6, tidak. 1, hal. 35–43, 2022.
[13] JB Manuhutu, “Efisiensi dan Kapasitas Adsorpsi Karbon Aktif dari Kulit Jagung dalam Menurunkan Kadar Logam Fe,” Molucca Journal of Chemistry and Education (MJoCE), vol. 14, tidak. 1, hlm. 60–69, 2024.
[14] Yustinah et al., “Adsorpsi Logam Berat dengan Cangkang Telur,” Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia, vol. 5, No. 1, hal. 45–53, 2020.
[15] F. Hasfita dkk., “Pengaruh Waktu dan Mekanisme Adsorpsi Logam Cu²⁺ Menggunakan Biosorbent Sampah Daun Akasia,” dalam Prosiding Seminar Nasional Teknologi Kimia (SNTK), hal. 1–7, 2024, doi: 10.29103/sntk.v4.2024.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aiman Najib Ilham, Hanif Surya Priyatama, Srie Muljani, Caecilia Pujiastuti, Dyah Suci Perwitasari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











