Penilaian Kualitas Air Waduk Saguling untuk Budidaya Keramba Jaring Apung

Authors

Keywords:

budidaya ikan, Indeks Pencemaran, keramba jaring apung, kualitas air, waduk

Abstract

Budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) merupakan salah satu pemanfaatan penting Waduk Saguling, tetapi keberlanjutannya bergantung pada intensitas pemanfaatan ruang waduk dan kondisi kualitas air. Penelitian ini mendeskripsikan perubahan historis sekitar enam stasiun, menilai Intensitas Kegiatan Perikanan (Kpi) dan Indeks Pencemaran (IP), mengevaluasi kesesuaian kualitas air bagi ikan budidaya, serta mendeskripsikan pengalaman petani terhadap gangguan kondisi perairan. Citra historis tahun 2006, 2011, 2016, 2021, dan 2025 diinterpretasikan secara visual. Data kualitas air periode 2004-2025 dan jumlah KJA dianalisis menggunakan Kpi dan IP. Sampel komposit kedalaman yang diambil di Maroko dan Ciminyak pada 23 Juli 2026 dibandingkan dengan SNI untuk ikan nila, ikan mas, dan ikan patin siam, sedangkan jawaban 45 petani dianalisis secara deskriptif. Kpi meningkat dari 0,671% pada 2004 menjadi 4,045% pada 2025 dan melampaui ambang 1%. Dari 264 nilai IP, 14 memenuhi baku mutu, 113 termasuk cemar ringan, 132 cemar sedang, dan lima cemar berat. Amonia belum memenuhi persyaratan budidaya di kedua lokasi primer dan DO belum sesuai di Ciminyak. Selain itu, 75,6% responden melaporkan kematian ikan pada kejadian gangguan terparah.

References

[1] E. S. Kartamihardja and Krismono, Ekologi dan Pengelolaan Perikanan Waduk Kaskade Sungai Citarum. Jakarta: AMAFRAD Press, 2016.

[2] M. Marselina, A. Sabar, and N. Fahimah, 'Spatial and temporal assessment of surface water quality using water quality index: The Saguling Reservoir, Indonesia,' Journal of Water and Land Development, no. 49, pp. 111-120, 2021, doi: 10.24425/jwld.2021.137103.

[3] E. M. Adiwilaga, 'Pengaruh percampuran berbagai kolom air terhadap kadar DO di keramba jaring apung Waduk Saguling,' Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia, vol. 16, no. 2, pp. 145-151, 2009.

[4] M. Marselina and M. Burhanudin, 'Trophic status assessment of Saguling Reservoir, Upper Citarum Basin, Indonesia,' Air, Soil and Water Research, vol. 10, 2017, doi: 10.1177/1178622117746660.

[5] Z. Hasan, I. Iskandar, U. Subhan, and Y. Andriani, 'Introduksi teknologi aerasi terbarukan pada kelompok pembudidaya ikan patin di KJA Waduk Saguling,' Dharmakarya, vol. 9, no. 2, p. 85, 2020, doi: 10.24198/dharmakarya.v9i2.25131.

[6] Y. Garno, 'Dampak eutrofikasi terhadap struktur komunitas dan evaluasi metode penentuan kelimpahan fitoplankton,' Jurnal Teknologi Lingkungan, vol. 13, p. 67, 2016, doi: 10.29122/jtl.v13i1.1406.

[7] A. S. Nastiti, S. T. Hartati, and B. Nugraha, 'Analisis degradasi lingkungan perairan dan keterkaitannya dengan kematian massal ikan budidaya di Waduk Cirata,' BAWAL, vol. 10, no. 2, pp. 99-109, 2018.

[8] Y. S. Garno, A. Riyadi, I. Iskandar, and D. R. Kendarto, 'The impact of aquaculture in floating net cages exceeding the carrying capacity on water quality and organic matter distribution: The case of Batur Lake, Indonesia,' Polish Journal of Environmental Studies, vol. 33, no. 4, pp. 3145-3158, 2024, doi: 10.15244/pjoes/176540.

[9] P. Wiranegara, Sunardi, D. Sumiarsa, and H. Juahir, 'Characteristics and changes in water quality based on climate and hydrology effects in the Cirata Reservoir,' Water, vol. 15, no. 17, p. 3132, 2023, doi: 10.3390/w15173132.

[10] E. Wardhani and Z. A. Sugiarti, 'Depth profiles of dissolved oxygen and hydrogen sulfide concentration in a tropical freshwater reservoir,' Jurnal Presipitasi, vol. 19, no. 2, pp. 316-329, 2022, doi: 10.14710/presipitasi.v19i2.316-329.

[11] Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Surat Edaran Nomor 02/SE/D/2022 tentang Pedoman Penilaian Kondisi Ekosistem Waduk. Jakarta, 2022.

[12] Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Jakarta, 2003.

[13] Pemerintah Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta, 2021.

[14] Badan Standardisasi Nasional, SNI 9044-1:2022: Ikan Nila (Oreochromis sp.)-Bagian 1: Pembesaran di Karamba Jaring Apung. Jakarta, 2022.

[15] Badan Standardisasi Nasional, SNI 6494:2013: Pembesaran Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) Strain Majalaya di Karamba Jaring Apung. Jakarta, 2013.

[16] Badan Standardisasi Nasional, SNI 6483.4:2016: Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus)-Bagian 4: Produksi Benih. Jakarta, 2016.

[17] Badan Standardisasi Nasional, SNI 8995:2021: Metode Pengambilan Contoh Uji Air untuk Pengujian Fisika dan Kimia. Jakarta, 2021.

[18] PT PLN Indonesia Power, Profile PLTA Saguling. Bandung Barat, 2025.

[19] M. I. Hamad, H. A. Lamtane, R. N. Munubi, and P. V. Skov, 'Individual and combined effects of hypoxia and hypercapnia on feeding in Nile tilapia,' Aquaculture, vol. 567, p. 739239, 2023, doi: 10.1016/j.aquaculture.2023.739239.

[20] E. Lien et al., 'The SeaRAS AquaSense system: Real-time monitoring of H2S in recirculating aquaculture systems,' Frontiers in Marine Science, vol. 9, p. 894414, 2022, doi: 10.3389/fmars.2022.894414.

Downloads

Published

17/08/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Penilaian Kualitas Air Waduk Saguling untuk Budidaya Keramba Jaring Apung”, jse, vol. 11, no. 3, Aug. 2026, Accessed: Aug. 18, 2026. [Online]. Available: http://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/2074

Similar Articles

1-10 of 499

You may also start an advanced similarity search for this article.