Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash dari PLTU Nagan Raya sebagai Adsorben Pengolahan Air Limbah Domestik
Keywords:
faba batu bara, adsorpsi, massa adsorben, air limbah domestikAbstract
Air limbah domestik berasal dari aktivitas harian manusia yang berkaitan dengan penggunaan air, terutama di kawasan permukiman. Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) merupakan limbah padat hasil pembakaran batu bara pada pembangkit listrik yang dapat dimanfaatkan sebagai adsorben untuk mengolah air limbah domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan adsorben FABA dalam menurunkan konsentrasi polutan pada air limbah domestik. Adsorben FABA diperoleh dari pembakaran boiler dan diaktivasi secara kimia menggunakan NaOH 1 M. Kapasitas adsorpsi dianalisis dengan memvariasikan dosis adsorben (15, 20, dan 25 gram) dengan waktu pengadukan selama 40 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter pH untuk seluruh massa dan jenis adsorben telah memenuhi baku mutu (pH 6–9). Penurunan BOD terbesar terjadi pada massa 25 gram, yaitu mencapai 2,8 mg/L (BA). Sementara itu, parameter TSS menunjukkan penurunan tertinggi pada massa 25 gram, yaitu mencapai 1,02 mg/L (FA). Secara keseluruhan, adsorben menunjukkan efektivitas tertinggi untuk BOD sebesar 83,815% menggunakan 25 gram BA, dan 70% untuk TSS menggunakan 25 gram FA.
References
[1] Suripto, Saleh, K., & Syukriadinata, A. (2024). Processing Fly Ash and Bottom Ash (FABA) Waste into Briquettes as an Effort to Control Environmental Pollution at the West Sumbawa Steam Power Plant. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 7(3), 1004–1011. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v7i3.9167.
[2] Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. (2019). Laporan kinerja Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara tahun 2019. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
[3] KLH/BPLH. (2025). Dari Abu yang Kelam Jadi Solusi: KLH/BPLH Dukung Inovasi Abu Batubara Pemulihan Sungai dan Konstruksi Ramah Lingkungan. https://www.kemenlh.go.id/news/detail/dari-abu-yang-kelam-jadi-solusi-klhbplh-dukung inovasi-abu-batubara-untuk-pemulihan-sungai-dan-konstruksi-ramah-lingkungan.
[4] Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6634). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. https://jdih.setkab.go.id.
[5] Meilanova, D. (2021, 16 Maret). APBI: Limbah batu bara selama ini menjadi beban perusahaan. Bisnis.com. https://ekonomi.bisnis.com/read/20210316/44/1368036/apbi-limbah-batu-bara-selama-ini-menjadi-beban-perusahaan
[6] Palilingan, S., Pungus, M., & Tumimomor, F. (2019). Penggunaan kombinasi adsorben sebagai media filtrasi dalam menurunkan kadar fosfat dan amonia air limbah laundry. Fullerene Journal of Chemistry, 4(2), 48–53.
[7] Kementerian Negara Lingkungan Hidup. (2003). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Jakarta: Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
[8] Andiese, V. W. (2011). Pengolahan limbah cair rumah tangga dengan metode kolam oksidasi. Jurnal Infrastruktur, 1(2), 103–110.
[9] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1323. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
[10] Lasabuda, T. E. P., Sulistiowati, Sukatiman, Aryani, D., Hermiyanti, P., Wahyuni, E. U., Khristiani, E. R., Fadhilah, W. K., Khambali, & Kandari, A. M. (2022). Manajemen limbah cair. Penerbit CV Eureka Media Aksara.
[11] Zubaidah, T., Hamzani, S., & Arifin. (2021). Pencemaran dan penentuan titik self-purification sungai di Kabupaten Banjar. Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan, 7(1), 18–24.
[12] Indrawati, D. (2011). Upaya pengendalian pencemaran sungai yang diakibatkan oleh sampah. Jurnal Teknologi Lingkungan (TJL), 5(6), 185–192.
[13] Ari, D. C., & Tuhu, A. R. (2012). Pemanfaatan fly ash batubara sebagai adsorben dalam penyisihan COD dari limbah cair domestik Rumah Susun Wonorejo Surabaya. Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.33005/envirotek.v4i1.82
[14] Fadarina, Sari, I. P., & Harahap, H. R. (2021). Pengolahan air buangan limbah laundry menggunakan bottom ash sebagai media adsorpsi. Kinetika, 12(2), 26–33.
[15] Kusumawardhani, D. A. (2016). Pemanfaatan limbah nasi aking sebagai adsorben untuk menurunkan kadar asam lemak bebas pada minyak jelantah [Skripsi sarjana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember]. ITS Repository.
[16] Naldi, F. S., & Lisha, S. Y. (2020). Pemanfaatan limbah fly ash sebagai adsorben logam Fe pada limbah cair. Jurnal Aerasi, 2(2), 48–53.
[17] Ningsih, D. A., Said, I., & Ningsih, P. (2016). Adsorpsi logam timbal (Pb) dari larutannya dengan menggunakan adsorben dari tongkol jagung. Jurnal Akademika Kimia, 5(2), 55–60.
[18] Rosyida, A. (2011). Bottom ash limbah batubara sebagai media filter yang efektif pada pengolahan limbah cair tekstil. Jurnal Rekayasa Proses, 5(2), 56–61.
[19] Widiatmono, B. R., Pavita, K. D., & Dewi, L. (2017). Studi penentuan daya tampung beban pencemaran Kali Surabaya dengan menggunakan metode neraca massa. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 5(3), 273–280.
[20] Tang, L., Pan, X., Feng, J., Pu, X., Liang, R., Li, R., & Li, K. (2019). Experimental investigation on the relationship between COD degradation and hydrodynamic conditions in urban rivers. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(18), Article 3447. https://doi.org/10.3390/ijerph16183447.
[21] Anggara, F., Petrus, H. T. B. M., Besari, D. A. A., Manurung, H., & Saputra, F. Y. A. (2021). Tinjauan pustaka karakterisasi dan potensi pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA). Buletin Sumber Daya Geologi, 16(1), 53–70.
[22] Kinasti, R. M. A., & Notodisuryo, D. N. (2017). Pemanfaatan limbah pembakaran batubara (bottom ash) pada PLTU Suralaya sebagai media tanam dalam upaya mengurangi pencemaran lingkungan. KILAT: Jurnal Kajian Ilmu dan Teknologi, 6(2), 129–138.
[23] Kholif, M. A. (Ed.). (2020). Pengelolaan air limbah domestik. Scopindo Media Pustaka.
[24] Patel, H. (2018). Charcoal as an adsorbent for textile wastewater treatment. Separation Science and Technology, 53(17), 2797–2812.
[25] Pungus, M., Palilingan, S., & Tumimomor, F. (2019). Penurunan kadar BOD dan COD dalam limbah cair laundry menggunakan kombinasi adsorben alam sebagai media filtrasi. Fullerene Journal of Chemistry, 4(2), 54–60.
[26] Suziyana, Daud, S., & Edward, H. S. (2017). Pengaruh massa adsorben batang pisang dan waktu kontak adsorpsi terhadap efisiensi penyisihan Fe dan kapasitas adsorpsi pada pengolahan air gambut. Jom FTEKNIK, 4(1), 1–9.
[27] Sulistia, S., & Septisya, A. C. (2019). Analisis kualitas air limbah domestik perkantoran. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 12(1), 41–57.
[28] Reyra, A. S., Daud, S., & Yenti, S. R. (2017). Pengaruh massa dan ukuran partikel adsorben daun nanas terhadap efisiensi penyisihan Fe pada air gambut. Jom FTEKNIK, 4(2), 1–9.
[29] Ayuningtyas, U., Susila, I. M. A. D., Sihombing, A. L. S., Sasongko, N. A., Anggraeni, P., Nugroho, T. P. A., & Darmayanti, N. T. E. (2022). Pemanfaatan fly ash dan bottom ash sebagai material konstruksi ramah lingkungan dalam rangka mendukung kriteria bangunan hijau. Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, 51–56.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indra Sakti, Bahagia, Irda Yunita, Vera Viena, Chairul Amni (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











