Analisis Tingkat Kebisingan Mesin CNC Milling terhadap Pekerja di CV Mitra Engineering Santosa menggunakan Metode Purposive Sampling
Keywords:
cnc milling, kebisingan, sound level meterAbstract
Perkembangan industri manufaktur di era Revolusi Industri 4.0 membawa dampak positif dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas, namun juga menimbulkan risiko kebisingan dari mesin-mesin produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan mesin CNC Milling terhadap pekerja di CV Mitra Engineering Santosa (MIENSA) serta membandingkannya dengan Batas Ambang Kebisingan (BAK) yang ditetapkan dalam Permenakertrans No. PER.13/MEN/X/2011. Pengambilan data pengukuran menggunakan Metode Purposive Sampling yang dilakukan saat bengkel beroperasi selama 8 jam kerja pada 7 hari yang berbeda menggunakan Alat Sound Level Meter. Untuk menghitung nilai taraf kebisingan adalah dengan menggunakan rumus kebisingan sesaat. Hasil pengukuran tingkat kebisingan mesin CNC Milling pada divisi produksi di CV MIENSA pada tanggal 17 Februari 2025 dan 23 Juli – 29 Juli 2025 rata-rata sebesar 86,97 dB(A). Nilai ini berada di atas Batas Ambang Kebisingan (BAK) di Pabrik berdasarkan Permenakertrans No. PER.13/MEN/X/2011 yang menyatakan Batas Ambang Kebisingan (BAK) untuk durasi 8 jam kerja per hari yaitu sebesar 85 dB(A). Hasil ini menunjukkan perlunya penerapan sistem pengendalian kebisingan di area produksi untuk menjaga keselamatan kerja, dengan pengurangan waktu kerja secara proporsional atau pekerja harus menggunakan alat pelindung telinga (earplug/earmuff).
References
[1] O. S. P. Tumanggor, S. Wismantoro, K. Agung, and P. Hamonangan, “Analisis Mendalam Efektivitas Mesin CNC Menggunakan Metode OEE dan Six Big Losses di PT. ABC,” Sainstech J. Penelit. Dan Pengkaj. Sains Dan Teknol., vol. 34, no. 4, pp. 70–79, 2024, doi: 10.37277/stch.v34i4.2273.
[2] N. Muslih, “Ambang Batas Kebisingan Lingkungan Kerja Agar Tetap Sehat Dan Semangat Dalam Bekerja,” Bul. Utama Tek., vol. 15, no. 1, pp. 87–90, 2019.
[3] F. I. K. Ningrum, A. S. Marsanti, and P. A. Wibowo, “Hubungan Intensitas Kebisingan Dengan Stres Kerja Pada Pekerja Bagian Produksi,” J. Kesehat. Masy., vol. 17, no. 2, pp. 253–262, 2022.
[4] S. Ula, E. Listijorini, S. Susilo, and Fakhriza, “Exposure Analysis of Noise Intensity in the Manufacturing Area at The Job Training and Development Center Serang,” Dinamis, vol. 11, no. 2, pp. 32–38, 2023, doi: 10.32734/dinamis.v11i2.14210.
[5] P. Sari, M. Zakaria, and C. I. Erliana, “MATRIK Jurnal Manajemen dan Teknik Industri-Produksi Analisis Pengaruh Kebisingan Terhadap Kelelahan Kerja Pada,” MATRIK J. Manaj. dan Tek. Ind., vol. 14, no. 1, pp. 83–94, 2023, doi: 10.350587/Matrik.
[6] N. A. Pitaloka, “Analisis Tingkat Kebisingan Bengkel di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang,” J. Penelit. Fis. dan Ter., vol. 4, no. 1, p. 6, 2022, doi: 10.31851/jupiter.v4i1.7622.
[7] B. Athirah and M. S. Nurul Shahida, “Occupational Noise Exposure among Airport Workers in Malaysia: An Ergonomic Investigation,” J. Phys. Conf. Ser., vol. 1262, no. 1, 2019, doi: 10.1088/1742-6596/1262/1/012010.
[8] C. I. Erliana, D. Irwansyah, D. Abdullah, M. Zarlis, and E. Elviwani, “Analisis Tingkat Kebisingan Pada Departement Fiber Line Di Pt. Toba Pulp Lestari,” TECHSI - J. Tek. Inform., vol. 10, no. 2, pp. 65–73, 2018, doi: 10.29103/techsi.v10i2.842.
[9] Hamzah Hardi, Nurkhalis Agriawan Muhammad, and Kadir Muh Ridwan, “Analisis Tingkat Kebisingan Menggunakan Sound Level Meter Berbasis Mikrokontroler,” J. Fis. Papua, vol. 1, no. 2, pp. 46–51, 2022, [Online]. Available: http://ejurnal.fmipa.uncen.ac.id/index.php/visika
[10] R. L. Hanifa and T. Suwandi, “Hubungan Antara Intensitas Kebisingan Dan Karakteristik Individu Dengan Gangguan Pendengaran Pada Pekerja Di Madiun,” J. Public Heal. Res. Community Heal. Dev., vol. 1, no. 2, p. 144, 2019, doi: 10.20473/jphrecode.v1i2.16246.
[11] A. Amri, C. I. Erliana, and R. A. Fairuza Lubis, “Analisis Pengaruh Kebisingan Terhadap Kelelahan Karyawan Di Bagian Operasi-1 Pt. Pupuk Iskandar Muda, Krueng Geukuh, Aceh Utara,” Ind. Eng. J., vol. 8, no. 1, pp. 22–29, 2019, doi: 10.53912/iejm.v8i1.377.
[12] Darlani and Sugiharto, “Kebisingan dan gangguan psikologis Pekerja Weaving Loom Dan Inspection Pt. Primatexco Indonesia,” JHE (Journal Heal. Educ., vol. 2, no. 2, pp. 130–137, 2017.
[13] Fatimah Fauzi Basalamah, Reza Aril Ahri, and Arman Arman, “Pengaruh Kelelahan Kerja, Stress Kerja, Motivasi Kerja dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Perawat Di RSUD Kota Makassar,” An Idea Heal. J., vol. 1, no. 2, pp. 67–80, 2021.
[14] D. Safitri, “Pengaruh Kebisingan Terhadap Stres Kerja Pada Tenaga Kerja Di Industri Penggilingan Padi,” Ruwa Jurai J. Kesehat. Lingkung., vol. 15, no. 2, p. 77, 2021, doi: 10.26630/rj.v15i2.2803.
[15] J. Jamaludin, S. Suriyanto, D. Adiansyah, M. Sholachuddin A, and I. Sucahyo, “Perancangan Dan Implementasi Sound Level Meter (Slm) Dalam Skala Laboratorium Sebagai Alat Ukur Intensitas Bunyi,” J. Penelit. Fis. dan Apl., vol. 4, no. 1, p. 42, 2014, doi: 10.26740/jpfa.v4n1.p42-46.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ary Kusuma wijaya, Herwin Suprijono (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











