Penentuan Prioritas Penanganan Genangan di Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung

Authors

  • Eka Wardhani Institut Teknologi Nasional, Bandung Author
  • Gilang Ramadhan Institut Teknologi Nasional Bandung Author
  • Rachmawati Sugihartati Djembarmanah Institut Teknologi Nasional, Bandung Author
  • Nico Halomoan Institut Teknologi Nasional, Bandung Author

Keywords:

genangan, penanganan prioritas, titik prioritas, bandung

Abstract

Urban inundation management is a strategic issue that significantly impacts environmental quality and the continuity of socio-economic activities. This study aims to identify priority locations for inundation management in Mandalajati District, Bandung City, based on six parameters stipulated in the Ministry of Public Works Regulation No. 12 of 2014. The research methodology includes the collection of primary data through field surveys and interviews, as well as the use of secondary data from relevant agencies. The analysis was conducted using a weighting method that encompasses parameters such as inundation extent and duration, economic losses, social and government facility disruptions, transportation losses and disruptions, residential losses, and private property damage. The results indicate that, among the 10 identified inundation points, point B4 located on Jalan Raya Sindanglaya achieved the highest score of 417.5 and was designated as the top priority for intervention. Recommended measures include the implementation of an eco-drainage system, normalization and rehabilitation of drainage channels, and strengthening the role of communities and relevant agencies in sustainable water resource management.

References

[1] Badan Pusat Statistik Kota Bandung, Kecamatan Mandalajati Dalam Angka 2024. Badan Pusat Statistik, 2024.

[2] R. Pratama, K. Aksa, and B. Jaya, “Arahan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Daerah Resapan Air Di Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala Kota Makassar,” Journal of Urban Planning Studies, vol. 4, no. 3, pp. 257–266, 2024, doi: 10.35965/jups.v4i3.524.

[3] S. A. Alsadilla and E. Wardhani, “Perencanaan Konsep Zero Runoff Dengan Menggunakan Sumur Resapan Di Perumahan X, Kabupaten Bandung,” Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan, vol. 9, no. 2, pp. 147–156, 2024, doi: 10.29244/jsil.9.2.147-156.

[4] K. Amaru and S. Dwiratna, “Analisis Limpasan Permukaan (Runoff) Aktual Pada Pertanian Lahan Kering Di Sub DAS Cikeruh-Citarik,” Jurnal Envirotek, vol. 15, no. 2, pp. 159–165, 2023, doi: 10.33005/envirotek.v15i2.266.

[5] C. Trilaksono, R. Asmaranto, and R. Haribowo, “Analisis Kapasitas Saluran Drainase Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar Menggunakan EPA SWMM 5.1,” Jurnal Teknologi Dan Rekayasa Sumber Daya Air, vol. 4, no. 1, pp. 50–63, 2023, doi: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.005.

[6] Open Data Bandung, “Lokasi Rawan Bencana Berdasarkan Kelurahan di Kecamatan Mandalajati Kota Bandung,” Jabar Open Data Website. Accessed: Mar. 16, 2025. [Online]. Available: https://opendata.bandung.go.id/dataset/lokasi-rawan-bencana-berdasarkan-kelurahan-di-kecamatan-mandalajati-kota-bandung

[7] M. P. Secilia, M. Bisri, and U. Andawayanti, “Studi Evaluasi Sistem Drainase Air Limpasan Permukaan Di Site Gurimbang Mine Operation PT Berau Coal,” Jurnal Teknologi Dan Rekayasa Sumber Daya Air, vol. 3, no. 2, pp. 719–732, 2023, doi: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.061.

[8] E. Prawati and A. K. Juansyah, “Analisis Kapasitas Saluran Drainase Terhadap Banjir Pada Ruas Jalan Rapol – Gang Lambau Kota Metro – Lampung,” Tapak (Teknologi Aplikasi Konstruksi) Jurnal Program Studi Teknik Sipil, vol. 11, no. 1, p. 58, 2021, doi: 10.24127/tp.v11i1.1799.

[9] S. Badaruddin, A. Nahrisa, N. Alam, B. Bustan, and H. Djufri, “Analisis Kapasitas Drainase Sinrijala Terhadap Operasi Dan Pemeliharaan,” Journal of Applied Civil and Environmental Engineering, vol. 1, no. 1, p. 43, 2021, doi: 10.31963/jacee.v1i1.2672.

[10] A. K. Mustopa et al., “Pencegahan Banjir Dan Penumpukan Sampah Melalui Penerapan Lubang Biopori Di Desa Jayabakti, Sukabumi,” Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (Pim), vol. 5, no. 1, pp. 34–42, 2023, doi: 10.29244/jpim.5.1.34-42.

[11] R. M. S. Prastica and Y. P. Setyoasri, “Estimasi Kebutuhan Dimensi Bangunan Penangkap Sedimen Pada Saluran Drainase Kota Cirebon Menggunakan Analisis Hidrologi Dan Metode USLE,” Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology, vol. 3, no. 1, pp. 34–41, 2022, doi: 10.52158/jaceit.v3i1.342.

[12] E. Wardhani and F. A. Kamil, “Penentuan Wilayah Prioritas Penanganan Banjir Di Kecamatan Cianjur Provinsi Jawa Barat,” Jurnal Serambi Engineering, vol. 8, no. 2, 2023, doi: 10.32672/jse.v8i2.5278.

[13] F. Arifin, A. Muhibuddin, and H. Saleh, “Mitigasi Kawasan Rawan Banjir Pada Daerah Aliran Sungai Jeneberang Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis,” Urban and Regional Studies Journal, vol. 6, no. 1, pp. 71–82, 2023, doi: 10.35965/ursj.v6i1.3813.

[14] R. Alfiah, S. N. Aprilia, and N. N. Hayati, “Strategi Penanganan Banjir Perkotaan Pada Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember,” Matrapolis Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, vol. 2, no. 2, p. 79, 2022, doi: 10.19184/matrapolis.v3i2.32101.

[15] A. Rufina, E. Wardhani, and L. A. Sulistyowati, “Analisis Penentuan Skala Prioritas Genangan atau Banjir Di Kecamatan Bogor Selatan,” Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, vol. 7, no. 2, pp. 81–91, 2019.

[16] A. A. Somali and E. Wardhani, “Penentuan Prioritas Penanganan Genangan di Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi,” Jurnal Serambi Engineering, vol. 10, no. 1, 2025.

[17] Kementerian Pekerjaan Umum, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan . 2014.

[18] UU RI nomor 4 tahun 1992 adalah Undang-Undang tentang Perumahan dan Permukiman.

[19] Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2012.

[20] A. Suanda, D. M. Driptufany, D. Defwaldi, F. Fajrin, and I. Armi, “Pemodelan Spasial Genangan Banjir Akibat Kenaikan Genangan Air Laut (Rob) Di Kota Padang,” vol. 1, no. 2, p. 19, 2024, doi: 10.47134/aero.v1i2.2356.

[21] Z. Hidayah, S. A. A. Ilhami, A. As-Syakur, D. B. Wiyanto, and H. Wirayuhanto, “Pemodelan Spasial Genangan Akibat Kenaikan Muka Air Laut Di Pesisir Selatan Kabupaten Tulungagung Jawa Timur,” Jurnal Kelautan Nasional, vol. 18, no. 1, p. 1, 2023, doi: 10.15578/jkn.v18i1.10796.

[22] F. Bioresita, M. G. R. Ngurawan, and N. Hayati, “Identifikasi Sebaran Spasial Genangan Banjir Memanfaatkan Citra Sentinel-1 Dan Google Earth Engine (Studi Kasus: Banjir Kalimantan Selatan),” Geoid, vol. 17, no. 1, p. 108, 2022, doi: 10.12962/j24423998.v17i1.10383.

[23] Pemerintah Daerah Kota Bandung, Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun 2022-2042. Bandung: Pemerintah Daerah Kota Bandung, 2022.

[24] Pemerintah Kecamatan Mandalajati, Profil dan Tipologi Kecamatan Mandalajati Tahun 2022. Bandung: Pemerintah Daerah Kecamatan Mandalajati, 2022.

Downloads

Published

28/09/2025

How to Cite

[1]
“Penentuan Prioritas Penanganan Genangan di Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung”, jse, vol. 10, no. 4, Sep. 2025, Accessed: May 17, 2026. [Online]. Available: http://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/1185

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >> 

Similar Articles

1-10 of 171

You may also start an advanced similarity search for this article.