Reuse Air Limbah Rusunawa Menggunakan Teknologi SBR-Membran Ultrafiltrasi dan SBR-Adsorpsi Menjadi Air Bersih

Authors

  • Nada Salsabilah Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Author
  • Novirina Hendrasarie Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Author

Keywords:

Tangki septik, Sequencing Batch Reactor, membrane ultrafiltration, kulit singkong, bonggol jagung, Air Limbah Domestik

Abstract

Limbah cair yang berasal dari septic tank di kawasan permukiman padat penduduk, seperti Rusunawa Gunung Anyar, Surabaya, menjadi salah satu permasalahan penting dalam pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi proses Sequencing Batch Reactor (SBR) dan adsorpsi dalam mengolah limbah domestik serta mengevaluasi efisiensi penyisihan parameter pencemar. Proses SBR dilakukan dengan variasi waktu tinggal hidrolik (HRT) yaitu 12 jam, 24 jam, dan 36 jam. Efluen dari proses SBR kemudian dilanjutkan dengan proses adsorpsi menggunakan adsorben dari kulit singkong dan bonggol jagung yang telah diaktivasi selama 1 hari. Parameter yang dianalisis meliputi COD, BOD₅, TSS, amonia, dan total fosfat. Penelitian ini juga membandingkan kinerja kombinasi SBR-adsorpsi dengan SBR-ultrafiltrasi, yang menunjukkan bahwa kedua metode memiliki potensi dalam meningkatkan kualitas efluen hingga memenuhi kriteria pemanfaatan kembali (reuse). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode adsorpsi memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan ultrafiltrasi dalam menyisihkan parameter organik dan nutrien. Efisiensi penyisihan BOD mencapai 84–91% pada kulit singkong dan 86–90% pada bonggol jagung, sedangkan ultrafiltrasi berada pada kisaran 75–79%. Pada parameter COD, efisiensi ultrafiltrasi berkisar antara 52–59%, sementara adsorpsi kulit singkong mencapai 66–74% dan bonggol jagung 70–80%. Untuk parameter nutrien, adsorpsi menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi, yaitu hingga 90% pada beberapa kondisi. Sebaliknya pada parameter TSS, ultrafiltrasi menunjukkan kinerja yang lebih baik dengan efisiensi hingga 80%.

References

[1] Metcalf & Eddy, Wastewater Engineering: Treatment and Resource Recovery, 5th ed. New York: McGraw-Hill, 2014.

[2] N. Hendrasarie, “Pengolahan Limbah Domestik Menggunakan Sequencing Batch Reactor (SBR),” Jurnal Envirotek, vol. 11, no. 1, pp. 1–8, 2019.

[3] D. Widyaningrum dan A. Suryanto, “Pemanfaatan kulit singkong sebagai adsorben untuk menurunkan kadar pencemar dalam air limbah,” Jurnal Lingkungan, vol. 11, no. 1, pp. 23–30, 2015.

[4] N. Hendrasarie, “Efektivitas Penambahan Serabut Kelapa dan Kulit Buah Siwalan sebagai Adsorben dan Media Lekat Biofilm pada Pengolahan Limbah Domestik menggunakan Sequencing Batch Reactor (SBR),” Jurnal Envirotek, vol. 13, no. 2, pp. 66–72, 2021.

[5] R. Ardhianto, H. Hadiyanto, dan F. Hemawan, “Sistem pengolahan air limbah hybrid (koagulasi, MBBR, elektrokoagulasi dan ultrafiltrasi) dalam pemenuhan baku mutu air limbah,” Jurnal Profesi Insinyur Indonesia, vol. 2, no. 6, pp. 379–387, 2024.

[6] Pemerintah Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Jakarta, 2021

[7] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Peraturan Menteri LHK Nomor P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, Jakarta, 2016.

[8] N. Hendrasarie, "Kajian Penurunan Kandungan BOD, COD, dan TSS dengan Menggunakan Biofilter Penambahan Media," Jurnal Teknik Lingkungan, vol. 6, no. 3, pp. 225-235, 2005.

[9] R. Kumar and A. Kumar, “Biochemical Oxygen Demand,” in Encyclopedia of Analytical Science, Elsevier, 2005.

[10] N. Hendrasarie dan N. Karnaningroem, “Pengolahan air limbah domestik menggunakan proses biologis,” Journal of Ecological Engineering, vol. 20, no. 6, hlm. 123–130, 2019.

[11] N. Hendrasarie, “Perbandingan sistem bioreaktor untuk pengolahan air limbah domestik,” Journal of Applied Sciences, vol. 5, no. 3, hlm. 413–417, 2005.

[12] E. W. Rice, R. B. Baird, and A. D. Eaton, Eds., Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, 23rd ed. Washington, DC, USA: American Public Health Association (APHA), 2017.

[13] S. Tchobanoglous, F. L. Burton, and H. D. Stensel, Wastewater Engineering: Treatment and Reuse, 4th ed. New York: McGraw-Hill, 2003.

[14] L. Wang, X. Li, dan H. Chen, “Kinerja penghilangan amonia pada sistem pengolahan biologis aerob,” Journal of Environmental Management, vol. 285, 2021.

[15] J. Huang, Y. Liu, dan S. Zhang, “Pengaruh waktu tinggal hidrolik terhadap penghilangan nitrogen dalam pengolahan air limbah biologis,” Bioresource Technology, vol. 274, hlm. 1–8, 2019.

[16] S. R. Spellman, Panduan Operasi Instalasi Pengolahan Air dan Air Limbah, ed. ke-3. Boca Raton: CRC Press, 2013.

[17] Journal of Environmental Management, “Review of phosphate removal by carbonaceous sorbents,” vol. 287, 2021.

Downloads

Published

03/05/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Reuse Air Limbah Rusunawa Menggunakan Teknologi SBR-Membran Ultrafiltrasi dan SBR-Adsorpsi Menjadi Air Bersih”, jse, vol. 11, no. 2, May 2026, Accessed: May 03, 2026. [Online]. Available: https://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/1715

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

21-30 of 468

You may also start an advanced similarity search for this article.