Analisis Beban Kerja Teknisi Pemeliharaan PLTA Untuk Penyusunan Rekomendasi Perbaikan Menggunakan Metode Workload Analysis dan NASA-TLX (Studi Kasus: PT XYZ)
Keywords:
NASA-TLX, Teknisi Pemeliharaan, PLTA, analisis beban kerjaAbstract
Beban kerja teknisi pemeliharaan pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) bersifat kompleks karena melibatkan aktivitas fisik yang intens disertai tuntutan kognitif dan tanggung jawab keselamatan yang tinggi. Ketidakseimbangan beban kerja berpotensi menurunkan kinerja, meningkatkan kelelahan, serta memicu human error yang berdampak pada keandalan pembangkit. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja fisik dan mental teknisi pemeliharaan PLTA PT XYZ sebagai dasar perumusan rekomendasi perbaikan sistem kerja. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan Workload Analysis (WLA) berbasis work sampling untuk mengukur beban kerja fisik dan NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk menilai beban kerja mental. Penelitian melibatkan 15 teknisi pemeliharaan. Hasil analisis menunjukkan nilai Full Time Equivalent (FTE) sebesar 1,13, yang berada pada kategori normal namun mendekati batas atas, serta skor NASA-TLX sebesar 52,68 yang termasuk kategori beban kerja mental tinggi dengan dimensi dominan Mental Demand, Own Performance dan Temporal Demand. Hasil integrasi menunjukkan bahwa jumlah teknisi secara kuantitatif masih mencukupi, namun tekanan kerja muncul akibat keterbatasan fleksibilitas waktu dan tuntutan kognitif. Kontribusi penelitian ini terletak pada integrasi pengukuran beban kerja fisik dan mental sebagai dasar evaluasi dan optimalisasi sistem kerja pemeliharaan PLTA secara ergonomis, aman, dan berkelanjutan.
References
[1] M. Kasaga and Athoillah., “Stres Kerja: Perspektif Baru dalam Dunia Kerja Modern,” Manaj. SDM Jilid 1, vol. 1, p. 190207, 2025, [Online]. Available: https://doi.org/10.15294/msdm.v1i1.310
[2] A. Gerri Sarwo Edi, M. Yayi Jabawidhiartha, and A. Jati Kuncoro, “Analisis Beban Kerja Berdasarkan Metode Full Time Equivalent Untuk Penentuan Kebutuhan Tenaga Kerja Secara Efektif,” J. Teknol. dan Manaj. Ind. Terap. , vol. 3, no. 2, pp. 96–104, 2022.
[3] Sugiono, R. P. N. Wibawa, and R. Y. Efranto, “Analisis Beban Kerja Dengan Metode Workload Analysis Sebagai Pertimbangan Pemberian Insentif Pekerja (Studi Kasus di Bidang PPIP PT Barata Indonesia (Persero) Gresik),” J. Rekaya dan Manaj. Sist. Ind., vol. 2, no. 3, pp. 672–683, 2014, [Online]. Available: http://jrmsi.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jrmsi/article/view/117/151
[4] J. S. P. Sirli and A. Suryadi, “Analisis Beban Kerja Mental Petugas Pemadam Kebakaran di PT X Menggunakan NASA-TLX dan Usulan Perbaikan Berbasis HIRADC,” J. Serambi Eng., vol. X, no. 1, pp. 12302–12313, 2025.
[5] Tridoyo and Sriyanto, “Analisis Beban Kerja dengan Metode Full Time Equivalent Untuk Mengoptimalkan Kinerja Karyawan,” Ind. Eng. Online J., vol. 3, p. 8, 2019.
[6] H. Hermanto and W. Widiyarini, “Analisis Beban Kerja Dengan Metode Workload Analysis (WLA) Dalam Menentukan Jumlah Tenaga Kerja Optimal Di PT INDOJT,” Performa Media Ilm. Tek. Ind., vol. 19, no. 2, pp. 247–256, 2020, doi: 10.20961/performa.19.2.46467.
[7] A. Pawennari and Ad. P. Wahyuni, “Analisis Beban Kerja Dengan Nasa-Tlx Dan Modified Full Time Equivalent (M-FTE) Untuk Mengoptimalkan Jumlah Engineer Dibagian Electrical/Instrument Engineering (PT PLN (PERSERO) ULP Bantaeng),” J. Ilm. Sain dan Teknol., vol. 3, no. 1, pp. 174–180, 2024.
[8] M. A. Rafian and A. Muhsin, “Analisis Beban Kerja Mekanik Pada Departemen Plant Dengan Metode Work Sampling (Studi Kasus Pada PT XYZ),” Opsi, vol. 10, no. 1, p. 35, 2017, doi: 10.31315/opsi.v10i1.2165.
[9] Edi, Akhmad Gerri Sarwo, Mang Yayi Jabawidhiartha, and Anggoro Jati Kuncoro. "Analisis Beban Kerja Berdasarkan Metode Full Time Equivalent Untuk Penentuan Kebutuhan Tenaga Kerja Secara Efektif." Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan 3.2 (2024): 96-104.
[10] Syafa Davy Baihaqi Saragih, Yeni Absah, and Anizar Anizar, “Analisis Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan Melalui Stres Kerja Sebagai Variabel Intervening pada PT Bank Sumut Cabang Stabat,” Al-Kharaj J. Ekon. Keuang. Bisnis Syariah, vol. 6, no. 8, pp. 5608–5619, 2024, doi: 10.47467/alkharaj.v6i8.3523.
[11] Y. L. Maha, “Analisis Beban Kerja Untuk Menentukan Tenaga Kerja Yang Optimal Pada Karyawan di PT IJI,” J. Optim. Syst. Ergon. Implement., vol. 1, no. 1, pp. 1–11, 2024, doi: 10.54378/joseon.v1i1.7440.
[12] L. P. Arianty and G. Ramayanti, “Analisis Pengukuran Beban Kerja Pegawai Bagian Produksi Dengan Metode Full Time Equivalent ( FTE ) di PT . PLN ( Persero ) PUSHARLIS UP2W I Merak,” Semin. Nas. Teknol. Ind. Berkelanjutan II (SENASTITAN II), vol. 2, pp. 311–324, 2022.
[13] H. Arifin, “Penerapan Metode Analisis Beban Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas di Bagian Case Assy Up di PT. Yamaha Indonesia,” Teknoin, vol. 26, no. 2, pp. 83–95, 2020, doi: 10.20885/teknoin.vol26.iss2.art1.
[14] F. M. Hardiansyah and B. I. Putra, “Analisa beban kerja menggunakan work sampling dan NASA-TLX untuk menentukan jumlah operator bagian work caging,” Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, vol. 7, no. 9, pp. 13674–13692, Sept. 2022.
[15] Wijaya, A. Bayu, et al. "Penerapan Sistem Erp Odoo Untuk Mengoptimalkan Persediaan Produk Di PT. Barez Inti Abdinusa Bekasi." Jurnal 12.1 (2023).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bagus Tri Guritno, Mohammad Riza Radyanto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











