Analisis Kesesuaian Rencana dan Realisasi Bukaan Lahan Tambang Batubara di Kota Sawahlunto Berbasis Sistem Informasi Geografis

Authors

  • Mega Rianes Universitas Andalas Author
  • Vera Surtia Bachtiar Universitas Andalas Author
  • Taufiq Ihsan Universitas Andalas Author

DOI:

https://doi.org/10.32672/02g7k296

Keywords:

analisis spasial , sawahlunto , sistem informasi geografis, pertambangan batubara, pembukaan lahan

Abstract

Pembukaan lahan tambang batubara merupakan tahapan penting yang memerlukan perencanaan yang efektif untuk meminimalkan dampak lingkungan serta memastikan kepatuhan terhadap praktik pertambangan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara rencana dan realisasi pembukaan lahan pada sepuluh Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) batubara di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, menggunakan pendekatan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan sepuluh Kepala Teknik Tambang (KTT), serta digitasi bukaan lahan menggunakan citra Google Earth beresolusi tinggi. Data sekunder meliputi dokumen rencana reklamasi, dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), serta dokumen pengelolaan lingkungan yang telah disetujui. Analisis spasial dilakukan menggunakan ArcGIS untuk membandingkan luasan rencana dan realisasi pembukaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian yang cukup besar antara dokumen perencanaan dan kondisi aktual di lapangan. Perbedaan terbesar ditemukan pada WIUP X2, dengan luas realisasi pembukaan lahan mencapai 246,3 ha dibandingkan luas rencana sebesar 49,4 ha, sedangkan WIUP X10 menunjukkan tingkat kesesuaian yang paling baik. Hasil wawancara mengindikasikan bahwa ketidaksesuaian tersebut terutama disebabkan oleh lemahnya pengawasan internal, keterbatasan tenaga teknis yang kompeten dan peralatan pemetaan, pelaporan yang belum memadai, serta rendahnya kepatuhan terhadap rencana reklamasi yang telah disetujui. Pembukaan lahan yang melebihi rencana berpotensi meningkatkan risiko erosi, sedimentasi, degradasi ekosistem, serta ketidakcukupan dana jaminan reklamasi.

References

[1] U. T. Awliya and D. T. Suryaningtyas, “Effectiveness of Mine Land Reclamation in Indonesia : Case Studies and Innovative Approaches for Ecosystem Restoration,” J. Min. Environ. Manag., vol. 2, no. 1, 2025.

[2] O. Agboola et al., “A review on the impact of mining operation: Monitoring, assessment and management,” Results Eng., vol. 8, no. July, p. 100181, 2020, doi: 10.1016/j.rineng.2020.100181.

[3] Cahyono, Bowo Eko, Yazella Feni Frahma, and Agung Tjahjo Nugroho. "The Rate of Land Cover Change using Landsat Data in Coal Mining Area of Sawah Lunto City, Indonesia." Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) 9.2 (2019): 189-203.

[4] A. Syarief, M. I. Bagus, and R. Wilis, “Analysis Of Land Exploitation And Reclamation in Coal Mining Land Based On Vegetation Index Using Sentinel- 2 Data (Case Study In The City Of Sawahlunto, West Sumatra Province),” Proc. 2nd Int. Conf. Geogr., no. iv, 2022, doi: 10.4108/eai.19-11-2022.2332155.

[5] J. Fraser, “Mining companies and communities: Collaborative approaches to reduce social risk and advance sustainable development,” Resour. Policy, vol. 74, no. February, pp. 0–1, 2021, doi: 10.1016/j.resourpol.2018.02.003.

[6] M. Hadian et al., “Quaternary Urban Geology and the Foundation of Heritage Building: Notable Historical Cases in Sawahlunto, Indonesia,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., 2023, doi: 10.1088/1755-1315/1263/1/012018.

[7] Cheris, Rika, and Amanda Rosetia. "Conservation and utilization on Sawahlunto ex mining area for cultural landscape." IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. Vol. 1041. No. 1. IOP Publishing, 2022.

[8] H. Jaafar, P. Karimi, and E. Borgomeo, “Economic irrigation water productivity of wheat and potato: An earth observation perspective on policy implications in the Litani Basin, Lebanon,” Agric. Water Manag., vol. 306, no. November, p. 109180, 2024, doi: 10.1016/j.agwat.2024.109180.

[9] M. Pratzer et al., “Considering land use complexity and overlap is critical for sustainability planning,” One Earth, 2025, doi: 10.1016/j.oneear.2025.101247.

[10] M. Hendrychová, K. Svobodova, and M. Kabrna, “Mine reclamation planning and management: Integrating natural habitats into post-mining land use,” Resour. Policy, vol. 69, p. 101882, 2020, doi: https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2020.101882.

[11] D. P. Sari and I. Buchori, “Efektivitas Program Reklamasi Pasca Tambang Timah Di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka,” J. Pembang. Wil. Kota, vol. 11, no. 3, pp. 299–312, 2015.

[12] M. Babut et al., “Improving the environmental management of small-scale gold mining in Ghana: a case study of Dumasi,” J. Clean. Prod., vol. 11, no. 2, pp. 215–221, 2003, doi: https://doi.org/10.1016/S0959-6526(02)00042-2.

[13] S. Arianggy, S. Munir, and Budiman, “Analisis Aktivitas Pembukaan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit terhadap Kesehatan Masyarakat di Desa Lampasio Kabupaten Toli-Toli,” J. Kolaboratif Sains, vol. 1, no. 1, pp. 30–37, 2018.

[14] E. Yudhiman, A. Susanto, and L. Corsita, “Analisis risiko dampak pembukaan lahan pada kegiatan pertambangan emas PT Meares Soputan Mining,” ULIN J. Hutan Trop., vol. 7, no. 1, p. 96, 2023, doi: 10.32522/ujht.v7i1.9905.

[15] N. C. Poudyal, B. R. Gyawali, and S. Acharya, “Reclamation satisfaction and post-mining land use potential in Central Appalachia, US,” Extr. Ind. Soc., vol. 20, p. 101550, 2024, doi: https://doi.org/10.1016/j.exis.2024.101550.

[16] E. T. Asr, R. Kakaie, M. Ataei, and M. R. Tavakoli Mohammadi, “A review of studies on sustainable development in mining life cycle,” J. Clean. Prod., vol. 229, pp. 213–231, 2019, doi: 10.1016/j.jclepro.2019.05.029.

[17] F. Chandra, A. Avicenna, and S. S. Nurseha, “Tinjauan Implementasi Kebijakan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Perizinan Amdal dalam Kegiatan Pertambangan (Studi Kasus: Brown Canyon, Semarang),” J. Ilm. Wahana Pendidik., vol. 24, no. 7, pp. 28–42, 2024.

Downloads

Published

31/08/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Analisis Kesesuaian Rencana dan Realisasi Bukaan Lahan Tambang Batubara di Kota Sawahlunto Berbasis Sistem Informasi Geografis”, jse, vol. 11, no. 3, Aug. 2026, doi: 10.32672/02g7k296.

Similar Articles

41-50 of 632

You may also start an advanced similarity search for this article.