Analisis Spasial-Temporal Kualitas Air dan Kapasitas Asimilasi Sungai Cibuyut Kabupaten Ciamis
Keywords:
Daya Tampung, Indeks Pencemaran, Kualitas Air, Neraca Massa, Sungai CibuyutAbstract
Sungai Cibuyut merupakan anak Sungai Citanduy di Kabupaten Ciamis yang dikategorikan sebagai sungai Kelas II. Saat ini, sungai tersebut menerima beban pencemar dominan dari aktivitas domestik dan Industri Kecil Menengah (IKM) seperti industri tahu dan tepung aren. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air dan daya tampung beban pencemaran menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan Neraca Massa (Mass Balance). Pemantauan dilakukan pada musim kemarau dan penghujan tahun 2023–2024 di tiga segmen: Hulu, Tengah, dan Hilir. Hasil analisis menunjukkan status mutu air secara umum berada pada kategori "Cemar Ringan". Segmen Tengah teridentifikasi sebagai titik paling tercemar (hotspot) dengan nilai IP tertinggi mencapai 3,83. Analisis daya tampung menunjukkan bahwa Segmen Tengah telah melampaui kapasitas asimilasinya (over-capacity), dengan defisit beban pencemar BOD sebesar -56,33 kg/hari dan COD sebesar -1915,32 kg/hari. Rekomendasi teknis yang diusulkan adalah penerapan IPAL Komunal berbasis Biofilter Anaerob-Aerob untuk mengendalikan limbah industri di segmen kritis.
References
[1] R. Adeko, "Penegakan Hukum Administrasi Lingkungan Hidup Terhadap Pelaku Usaha yang Melanggar Baku Mutu Air Limbah," Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, vol. 9, no. 2, pp. 112-125, 2023.
[2] C. Asdak, Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2018.
[3] W. Atima, "BOD dan COD Sebagai Parameter Pencemaran Air dan Baku Mutu Air Limbah," Jurnal Biologi Science & Education, vol. 4, no. 1, pp. 83-93, 2015.
[4] M. L. Davis and D. A. Cornwell, Introduction to Environmental Engineering, 5th ed. New York: McGraw-Hill Education, 2017.
[5] H. Effendi, Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius, 2003.
[6] M. Faisal, A. Gani, F. Mulana, and H. Daimon, "Treatment and utilization of industrial tofu waste in Indonesia," Asian Journal of Chemistry, vol. 28, no. 3, pp. 501-507, 2016.
[7] R. Hernadi, B. Widodo, dan I. W. Noviani, "Analisis Status Mutu Air Sungai Tambak Bayan, D.I. Yogyakarta Menggunakan Metode Storet dan Indeks Pencemar," Jurnal Serambi Engineering, vol. 8, no. 3, pp. 6744-6751, 2023.
[8] R. A. N. Imania dan B. D. Marsono, "Status Mutu Air Sungai Sumber Payung Kabupaten Pamekasan dengan Metode Storet dan Indeks Pencemaran," Jurnal Teknik ITS, vol. 13, no. 2, pp. 1-8, 2024.
[9] Kementerian Lingkungan Hidup, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Jakarta, 2003.
[10] Metcalf & Eddy, Inc., G. Tchobanoglous, H. D. Stensel, and R. Tsuchihashi, Wastewater Engineering: Treatment and Resource Recovery, 5th ed. New York: McGraw-Hill Education, 2014.
[11] M. A. Mujib, dkk., "Evaluasi Daya Tampung Beban pencemaran air Sungai Menggunakan pendekatan metode Neraca Massa," Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, vol. 21, no. 2, pp. 152-161, 2022.
[12] E. Novita, dkk., "Korelasi Tata Guna Lahan Terhadap Penurunan Kualitas Air Sungai Berdasarkan Analisis Spasial Temporal," Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan, vol. 12, no. 1, pp. 1-12, 2025.
[13] Pemerintah Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta, 2021.
[14] S. Wahyuningsih, E. Novita, dan H. A. Pradana, "Peningkatan Kualitas Air Sungai Bedadung Segmen Hilir Menggunakan Metode Reaerasi," Jurnal Teknik Pertanian Lampung, vol. 8, no. 3, pp. 186-195, 2019.
[15] I. W. Wardhana, E. Sutrisno, dan M. A. Budihardjo, "Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Akibat Paparan Logam Berat di Sungai Kaligarang," Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 8, no. 3, pp. 112-120, 2020.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bima Aditya, Mila Dirgawati, M. Rangga Sururi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











