Faktor Pengelolaan Sampah terhadap Keberlanjutan TPA Burangkeng Kabupaten Bekasi pasca Kebakaran melalui Analisis Structural Equation Modeling

Authors

  • Ninne Sevtiana Dewi Institut Teknologi Bandung Author
  • I Made Wahyu Widyarsana Institut Teknologi Bandung Author

Keywords:

Keberlanjutan, Pengelolaan Sampah, SmartPLS, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Structural Equation Modeling (SEM)

Abstract

Waste management in Indonesia is regulated under Law of the Republic of Indonesia Number 18 of 2008, which emphasizes two main aspects: waste reduction and handling. However, the actual condition at the Burangkeng landfill indicates that the waste management practices have not yet fully complied with the regulations, particularly in the final disposal process, which still applies to the open dumping system. This method has already been prohibited and therefore the landfill should be rehabilitated and converted into a sanitary landfill. Along with population growth, the volume of waste continues to increase, as observed in Bekasi Regency. The waste disposed of in landfills is generally not segregated and is often dumped openly. This practice creates a risk of fire due to methane gas accumulation from the decomposition of organic waste, which can be ignited by fire sources such as cigarette butts. These circumstances highlight the urgency of assessing the sustainability of the Burangkeng landfill. This study focuses on households as waste producers whose waste is transported to the Burangkeng landfill and employs the Structural Equation Modeling (SEM) method to examine the factors influencing landfill sustainability. The findings indicate that the financing aspect is the most significant factor, with a path coefficient value of 0.417, while the sustainability of the Burangkeng landfill is explained by 84.9%.

References

[1] BPS. (2024). Kabupaten Bekasi dalam Angka 2024. Kabupaten Bekasi: BPS Kabupaten Bekasi.

[2] Agnesia, H., & Lianto, F. (2021). Pengolahan Sampah Berbasis Energi Terbarikan dan Penerapan Sampah Daur Ulang pada Material Bangunan di TPST Bantargebang. Jurnal Sains, Teknologi Urban, Perancangan, dan Arsitektur, Halaman 2001 - 2014.

[3] Srihayati, B., Budastra, I., & Murtiadi, S. (2022). Kajian Keberlanjutan serta Kelayakan TPS 3R dengan Metode AHP dan SWOT di Kabupaten Lombok Tengah. Media Bina Ilmiah, Halaman 7189 - 7200.

[4] Al-Giffari, M., Yudana, G., & Suminar, L. (2023). Dukungan Kinerja Pengelolaan Sampah terhadap Kesesuaian Penerapan Konsep Keberlanjutan Lingkungan di Kota Mataram. Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman, Halaman 118 - 132.

[5] Sukwika, T., & Niviana, L. (2020). Status Keberanjutan Pengelolaan Sampah Terpadu di TPST-Bantargebang Bekasi: Menggunakan Rapfish dengan R Statistik. Jurnal Ilmu Lingkungan, Halaman 107 - 110.

[6] Widyarsana, I. (2024). Analisis Aspek Pengelolaan Sampah di TPS 3R Sauyunan Hegarmanah Kecamatan Jatinangor Menggunakan Metode Regresi Logistik. Jurnal Serambi Engineering. Volume IX,No.3,Juli 2024 Hal 9269-9281.

[7] Widyarsana, I. (2024). Penilaian Keberlanjutan Tempat Pengolahan Sampah 3R Cipacing Resik dengan Metode Multidimensional Scaling. Jurnal Serambi Engineering, Volume IX, No. 3, Juli 2024 Hal 9239 - 9252.

[8] Nugraheni, A., & Widjonarko, W. (2019). Keberlanjutan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di Desa Tawangsari, Kabupaten Boyolali. Teknik Perencanaan Wilayah Kota Universitas Diponegoro, Halaman 209 - 216.

[9] Ernawati, D., Budiastuti, S., & Masykuri, M. (2012). Pengembangan Strategi Pengelolaan Sampah di Wilayah Pemerintah Kota Semarang Berbasis Analisis SWOT. Ecosains UNS, Halaman 13 - 22.

[10] A'fia, K. (2024). Penyusunan Instrumen Keberlanjutan Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat: Studi Kasus TPS 3R di D.I. Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.

[11] Triana, A., & Sembiring, E. (2019). Evaluasi Kinerja dan Keberlanjutan Program Bank Sampah sebagai Salah SAtu Pendekatan dalam Pengelolaan Sampah dengan Konsep 3R. Jurnal Teknik Lingkungan, Halaman 15 - 28.

[12] Chalik, A., Lay, B., Fauzi, A., & R., E. (2011). Formulasi Kebijakan Sistem Pengolahan Sampah Perkotaan Berkelanjutan Studi Kasus: DKI Jakarta. Jurnal Permukiman Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan KEMEN PU, Halaman 18 - 30.

[13] Nurulloh, R., & Widyarsana, I. (2024). Analisis Faktor Pengaruh dalam Keberlanjutan Pengelolaan Sampah di TPST Kota Bandung dengan Metode Structural Equation Modeling (SEM). Jurnal Serambi Engineering, Halaman 10375 - 10385.

[14] PUPR. (2017). Petunjuk Teknis TPS 3R. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

[15] Meuraksa, I., Frinaldi, A., Rembrandt, R., Lanin, D., & Umar, G. (2025). Evaluasi Keberlanjutan Pengelolaan Sampah Kota Padang: Pendekatan Berbasis Kebijakan Publik Melalui Analisis MDS-Rapfish. Al-Isyraq Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam, Halaman 547 - 564.

[16] Darmawan, A., Soesilo, T., & Wahyono, S. (2020). Model Optimasi Pengelolaan Sampah di TPA (Suatu Studi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang). Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, Halaman 14 - 29.

[17] Haryono, S. (2016). Metode SEM untuk Penelitian Manajemen AMOS LISRES PLS. Bekasi: PT. Intermedia Personalia Utama.

Downloads

Published

05/10/2025

How to Cite

[1]
“Faktor Pengelolaan Sampah terhadap Keberlanjutan TPA Burangkeng Kabupaten Bekasi pasca Kebakaran melalui Analisis Structural Equation Modeling”, jse, vol. 10, no. 4, Oct. 2025, Accessed: Apr. 22, 2026. [Online]. Available: https://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/1244

Similar Articles

51-60 of 252

You may also start an advanced similarity search for this article.