Penilaian dan Rekomendasi Peningkatan Peringkat GREENSHIP Home pada Rumah Milik Negara di Kawasan Eks Kompleks DPR RI Kalibata

Authors

  • Fanny Aliftia Putri Universitas Palangka Raya Author
  • Subrata Aditama Kittie Aidon Uda Universitas Palangka Raya Author
  • Dewantoro Universitas Palangka Raya Author

Keywords:

bangunan hijau, hunian eksisting, penilaian berkelanjutan, SWOT

Abstract

Sektor bangunan memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap konsumsi energi dan emisi karbon sehingga penerapan konsep bangunan hijau menjadi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keberlanjutan bangunan rumah tinggal berdasarkan perangkat penilaian GREENSHIP Home Version 1.0, mengidentifikasi kriteria yang belum terpenuhi, serta menyusun strategi peningkatan kinerja bangunan. Objek penelitian berupa rumah dinas milik negara yang berlokasi di kawasan eks Kompleks DPR RI Kalibata, Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif evaluatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen teknis. Penilaian dilakukan pada enam kategori GREENSHIP Home, sedangkan rekomendasi peningkatan disusun menggunakan matriks kelayakan dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan memperoleh skor 37 poin dan berada pada peringkat Silver. Aspek yang masih memiliki peluang peningkatan meliputi efisiensi energi, konservasi air, pengelolaan tapak, penggunaan material berkelanjutan, dan manajemen lingkungan bangunan. Implementasi rekomendasi yang diusulkan berpotensi meningkatkan skor menjadi 53 poin sehingga bangunan dapat mencapai peringkat Gold tanpa memerlukan perubahan struktural yang signifikan.

References

[1] Agustiningtyas, R.S., Takaguchi, H., Prasetya, A.B. and Kubota, T., 2023. Embodied energy and carbon assessment of existing affordable apartments in Indonesia. Journal of Asian Architecture and Building Engineering.

[2] Azizah, R., Wardani, E.D. and Mardikasari, A.A., 2017. Pengukuran Greenship Home pada rumah tinggal berkonsep “green” di perkotaan. Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan, 19, pp.17–24.

[3] Badan Standardisasi Nasional, 2001. SNI 03-6575-2001 tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedung. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

[4] Badan Standardisasi Nasional, 2011. SNI 03-6197-2011 konservasi energi pada sistem pencahayaan. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

[5] Badan Standardisasi Nasional, 2020. SNI 6197:2020 Konservasi energi pada sistem pencahayaan. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

[6] Global Carbon Project, 2022. CO2 territorial emissions in 2022.

[7] Kementerian Negara Lingkungan Hidup, 1996. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 tentang baku tingkat kebisingan. Jakarta: Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

[8] Krishanda, A., 2023. Penilaian kriteria green home pada rumah tinggal berdasarkan skala indeks Greenship Homes V.1.0 dan anggaran yang dibutuhkan (studi kasus: rumah tinggal di San Cefila Residence Jember). Jember.

[9] Laksmi Widyawati, R., 2019. Green building dalam pembangunan berkelanjutan konsep hemat energi menuju green building di Jakarta. Jurnal KaLIBRASI: Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri, 2(1).

[10] Legionosuko, T., Madjid, M.A., Asmoro, N. and Samudro, E.G., 2019. Posisi dan strategi Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim guna mendukung ketahanan nasional. Jurnal Ketahanan Nasional, 25(3), p.295.

[11] Muhamad Iqbal, F. and Ruhaeni, N., 2022. Pengaturan emisi gas rumah kaca berdasarkan Protokol Kyoto dan implementasinya di Indonesia. Jurnal Dinamika Global, 7(2).

[12] Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 38 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung Hijau.

[13] Rahayuningsih, M., Handayani, L., Abdullah, M., Arifin, M., and Universitas Negeri Semarang, 2021. Kajian jejak karbon (carbon footprint) di FMIPA Universitas Negeri Semarang. Indonesian Journal of Conservation, 10(1), pp.48–52.

[14] Rejeki, V.S., Kiswari, M.D.N. and Saraswati, R.D., 2018. Penerapan konsep rumah tinggal hijau Greenship Homes pada tipe rumah tinggal terencana di Semarang. Temu Ilmiah IPLBI, 7, pp.F114–F121.

[15] Ritchie, H., Rosado, P. and Roser, M., 2023. CO2 and greenhouse gas emissions.

[16] Roshaunda, D., Diana, L., Princhika, L., Khalisha, S. and Septiady, R., 2019. Penilaian kriteria green building pada bangunan Gedung Universitas Pembangunan Jaya berdasarkan indikasi Green Building Council Indonesia, 6.

[17] Roshinta, R.R. and Mangkoedihardjo, S., 2016. Analisis kecukupan ruang terbuka hijau sebagai penyerap emisi gas karbon dioksida (CO2) pada kawasan Kampus ITS Sukolilo, Surabaya. Jurnal Teknik ITS.

[18] Uda, S.A.K.A., 2021. Embodied energy and embodied carbon consumption analysis of 36-type simple house building materials. TEKNIK, 42(2), pp.160–168. Available at: https://doi.org/10.14710/teknik.v42i2.34268.

[19] United Nations Environment Programme, 2022. Global status report for buildings and construction sector.

[20] Waluyo, R., Uda, S.A.K.A., Akbar, R.F. and Irsyad, M., 2022. The application of building information modelling method for carbon emission analysis: A case study of housing in peat lands. Civil Engineering and Architecture, 10(2), pp.544–556.

Downloads

Published

10/07/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Penilaian dan Rekomendasi Peningkatan Peringkat GREENSHIP Home pada Rumah Milik Negara di Kawasan Eks Kompleks DPR RI Kalibata”, jse, vol. 11, no. 3, Jul. 2026, Accessed: Jul. 11, 2026. [Online]. Available: https://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/1840

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

41-50 of 116

You may also start an advanced similarity search for this article.