Penentuan Dosis Koagulan Terbaik pada Proses Koagulasi Water Treatment Plant Industri AMDK Menggunakan Pendekatan Six Sigma

Authors

  • Rahmadhany Fitri Universitas Fajar Makassar Author
  • Sinardi Universitas Fajar Makassar Author

Keywords:

Koagulasi, PAC, Kekeruhan (Turbidity), Six Sigma

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi dosis koagulan alum dan poly aluminium chloride (PAC) terhadap efektivitas proses koagulasi pada water treatment plant (WTP) industri air minum dalam kemasan (AMDK) serta mengevaluasi kapabilitas proses menggunakan pendekatan Six Sigma. Penelitian dilakukan menggunakan metode jar test dengan variasi dosis koagulan 10 mg/L, 20 mg/L, dan 30 mg/L. Parameter kualitas air yang dianalisis meliputi pH, total dissolved solids (TDS), turbidity, Fe, dan Mn. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif, uji statistik, serta pendekatan Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) menggunakan parameter DPMO, sigma level, Cp, dan Cpk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis koagulan berpengaruh terhadap penurunan turbidity, Fe, dan Mn. Koagulan PAC dosis 30 mg/L memberikan hasil terbaik dengan nilai turbidity sebesar 0,18 NTU, Fe sebesar 0,015 mg/L, dan Mn sebesar 0,009 mg/L. PAC juga menghasilkan kestabilan pH yang lebih baik dibandingkan alum karena memiliki polimer aluminium terhidrolisis yang mampu mempercepat proses charge neutralization dan membentuk flok yang lebih padat. Berdasarkan analisis Six Sigma, kondisi proses setelah optimasi menunjukkan peningkatan kapabilitas proses dengan penurunan nilai DPMO dari 600.000 menjadi 0 serta peningkatan nilai Cpk turbidity menjadi 2,53 dan Fe menjadi 1,05. Dengan demikian, penggunaan PAC dosis 30 mg/L dinilai paling optimal dan mampu meningkatkan stabilitas kualitas air pada proses pengolahan air industri AMDK.

References

[1] A. Nor, I. Muttaqin, and I. Trianiza, “Optimalisasi Dosis Koagulan dan Peningkatan Kinerja Pac (Poly Aluminium Klorida) dengan Penambahan Kaustik Soda dalam Proses Pengolahan Air Bersih di Pdam Bandarmasih Kota Banjarmasin Menggunakan Metode Jar Test,” J. Ind. Eng. Oper. Manag., vol. 3, no. 2, 2020, doi: 10.31602/jieom.v3i2.4254.

[2] S. Prihatin and A. Sugiharto, “Pengaruh Variasi Dosis Kapur terhadap Penurunan Kadar COD dan Fosfat pada Limbah Usaha Laundry,” Indones. J. Chem. Anal., vol. 4, no. 2, pp. 58–63, 2021, doi: 10.20885/ijca.vol4.iss2.art2.

[3] T. Turmiati, W. Udaibah, and M. Mulyatun, “Modifikasi Bentonit Menggunakan Surfaktan Kationik Benzalkonium Klorida,” Walisongo J. Chem., vol. 2, no. 2, pp. 47–56, 2019, doi: 10.21580/wjc.v2i2.6024.

[4] M. Farid, H. Yulius, I. Irsan, S. Susriyati, and B. Maulana, “Pengendalian Kualitas Pengolahan Kulit Uptd Kota Padang Panjang Menggunakan Metode Six-Sigma,” J. Teknol. dan Sist. Inf. Bisnis, vol. 4, no. 1, pp. 186–192, 2022, doi: 10.47233/jteksis.v4i1.399.

[5] R. Mayasari, M. Hastarina, and E. Apriyani, “Analisis Turbidity terhadap Dosis Koagulan dengan Metode Regresi Linear (Studikasus di Pdam Tirta Musi Palembang),” J. Integr. Sist. Ind., vol. 6, no. 2, pp. 117–125, 2019, doi: 10.24853/jisi.6.2.117-125.

[6] A. S. Adi Saputroh, M. V. Priscilla, and T. Susilowati, “Kajian Efektiifitas Bioflokulan dari Pati Biji Asam Jawa terhadap terhadap Penurunan Kadar COD pada Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu,” Chempro, vol. 1, no. 01, pp. 22–28, 2020, doi: 10.33005/chempro.v1i01.29.

[7] N. Nurlela, L. Nurhayati, and E. Lindawati, “Uji Sifat Fisikokimia Gelatin yang Diisolasi dari Tulang Ikan Kembung (Rasterelliger SP.) Menggunakan Beberapa Jenis Larutan Asam,” Indones. J. Ind. Res., vol. 11, no. 1, pp. 49–58, 2021, doi: 10.24960/jli.v11i1.6805.49-58.

[8] E. Prihatinningtyasa and T. Jasalesmana, “Studi Penurunan Kekeruhan dengan Aplikasi Ekstrak Tapioka sebagai Koagulan Alam pada Pengolahan Air Bersih,” J. Ris. Teknol. Ind., pp. 200–208, 2021, doi: 10.26578/jrti.v15i2.6697.

[9] C. Cholifaturochmah, D. Widyaningrum, and M. Jufriyanto, “Upaya Mengurangi Waste pada Produksi Kerudung dengan Penerapan Metode Lean Six Sigma di UMKM Arryna Raya,” J. Integr. Sist. Ind., vol. 9, no. 1, pp. 37–45, 2022, doi: 10.24853/jisi.9.1.37-45.

[10] M. H. Rizkya and N. R. Juliardi AR, “Penurunan Total Suspended Solid dan Kekeruhan Air Baku Menggunakan Pipa Circular dan Gravel Bed Flocculator dengan Koagulan Poly Aluminium Chloride,” EnviroUS, vol. 1, no. 1, pp. 16–21, 2020, doi: 10.33005/envirous.v1i1.15.

[11] D. P. Marisi, S. Suprihatin, and A. Ismayana, “Penurunan Kadar Torium dan Radioaktivitas dalam Limbah Cair Proses Pengolahan Monasit PLUTHO Menggunakan Koagulan FeSO4,” Eksplorium Bul. Pus. Teknol. Bahan Galian Nukl., vol. 39, no. 1, pp. 39–50, 2018, doi: 10.17146/eksplorium.2018.39.1.4276.

[12] H. Setyawati, E. J. Sinaga, L. S. Wulandari, and F. Sandy, “Efektifitas Biji Kelor dan Tawas sebagai Koagulan pada Peningkatan Mutu Limbah Cair Industri Tahu,” J. Tek. Kim. UPN Veteran Jatim, vol. 12, no. 2, 2018, doi: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i2.1084.

[13] A. Setiawan, C. E. Yunus, T. A. Ramadani, and N. E. Mayangsari, “Penggunaan Ferri Klorida dan Kitosan Cangkang Kepiting sebagai Alternatif Koagulan pada Pengolahan Air Limbah Laundry,” Indones. J. Ind. Res., vol. 11, no. 2, pp. 272–283, 2019, doi: 10.26578/jrti.v13i2.5581.

[14] A. Setiawan, A. E. Afiuddin, Q. Aini, and T. U. Dewi, “Recovery Koagulan dari Sludge WWTP Pembangkit Listrik Tenaga Uap sebagai Alternatif Pengolahan Air Limbah secara Kimia,” Indones. J. Ind. Res., vol. 10, no. 2, pp. 126–138, 2018, doi: 10.26578/jrti.v12i2.4192.

[15] A. P. Pradana, M. Chaeron, and M. S. A. Khanan, “Implementasi Konsep Lean Manufacturing Guna Mengurangi Pemborosan di Lantai Produksi,” Opsi, vol. 11, no. 1, pp. 14–18, 2018, doi: 10.31315/opsi.v11i1.2196.

[16] M. Kholil and E. D. Prasetyo, “Tinjauan Kualitas pada Aerosol Can Ø 65 X 124 dengan Pendekatan Metode Six Sigma pada Line Abm 3 Departemen Assembly,” SINERGI, vol. 21, no. 1, pp. 53–58, 2017, doi: 10.22441/sinergi.2017.1.008.

[17] I. G. A. A. K. Wardani and N. N. W. Udayani, “Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) terhadap Waktu Perdarahan dan Waktu Koagulasi pada Mencit Jantan (Mus Musculus L.),” J. Ilm. Medicam., vol. 3, no. 2, pp. 104–109, 2017, doi: 10.36733/medicamento.v3i2.908.

[18] A. M. Rani and Y. R. Wahyudi, “Upaya Menurunkan Reject Part Painting Plastik Menggunakan Metode Six Sigma di PT XYZ Pegangsaan Dua,” J. Integr. Sist. Ind., vol. 8, no. 1, pp. 35–44, 2021, doi: 10.24853/jisi.v8i1.8537.

Downloads

Published

07/07/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Penentuan Dosis Koagulan Terbaik pada Proses Koagulasi Water Treatment Plant Industri AMDK Menggunakan Pendekatan Six Sigma”, jse, vol. 11, no. 3, Jul. 2026, Accessed: Jul. 07, 2026. [Online]. Available: https://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/1891

Similar Articles

1-10 of 85

You may also start an advanced similarity search for this article.