Failure Mode and Effects Analysis pada Rubber Tyred Gantry Crane: Evaluasi RPN untuk Perawatan Preventif
Keywords:
Crane RTG, FMEA, pemeliharaan preventif, terminal petikemasAbstract
Crane Rubber Tyred Gantry (RTG) merupakan peralatan utama di lapangan penumpukan peti kemas yang berfungsi untuk menumpuk peti kemas secara vertikal. Seiring dengan meningkatnya aktivitas pelabuhan, teknologi RTG terus berkembang, termasuk penerapan spreader tipe twin-lift yang memungkinkan pengangkatan dua peti kemas ukuran 20 kaki secara bersamaan, serta penggunaan sistem elektrik penuh untuk menggantikan mekanisme hidrolik konvensional. Penelitian ini menerapkan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi potensi kegagalan komponen beserta dampaknya terhadap sistem. Studi kasus dilakukan di Terminal Peti Kemas Surabaya, Jawa Timur, yang memegang peranan vital sebagai titik temu antara lalu lintas darat dan laut demi menjamin distribusi kargo yang efisien. Hasil penilaian Risk Priority Number (RPN) menunjukkan bahwa sistem HSTSYT memiliki tingkat risiko tertinggi (720), diikuti oleh GTRSYT (488), SPDSYT (320), ENGSYT (280), dan TRLSYT (180). Temuan ini menunjukkan komponen kritis yang dapat mengganggu operasional jika tidak ditangani segera. Pemeliharaan preventif, inspeksi berkala, dan teknologi pemantauan diperlukan untuk mendeteksi tanda-tanda awal kegagalan. Secara keseluruhan, evaluasi RPN memberikan dasar yang jelas dalam menentukan prioritas strategi pemeliharaan. Penerapannya mendukung kelangsungan operasional, mengurangi waktu henti (downtime), serta meningkatkan efektivitas logistik di terminal peti kemas, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap produktivitas dan keberlanjutan operasional.
References
[1] Republik Indonesia, Undang Undang tentang keselamatan kerja. Indonesia, 1970.
[2] T. D. W. Rahmadany, A. Indartono, and M. Prihandono, “Analisis Pemeliharaan Dan Perawatan Rubber Tyre Gantry (RTG) Pada Perusahaan Bongkar Muat Petikemas Menggunakan Metode FMEA,” in Proceeding Maritime Business Management Conference, 2025, pp. 229–239.
[3] J. Vito Prisma, Said Salim Dahda, and N. Yanuar Pandu, “Analisis Risiko Kegagalan Komponen Elektrikal Pada Mesin Overhead Crane Dengan Metode FMEA dan FTA,” Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, vol. 4, no. 4, pp. 2045–2056, Nov. 2025, doi: 10.55826/jtmit.v4i4.1353.
[4] L. E. Ekasari, “Analisis Faktor Yang Memengaruhi Kecelakaan Kerja Pada Pengoperasian Container Crane di PT X Surabaya Tahun 2013–2015,” The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, vol. 6, no. 1, p. 124, Nov. 2017, doi: 10.20473/ijosh.v6i1.2017.124-133.
[5] M. Akbar, I. Pratiwi, and C. Paotonan, “Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerjaan Bongkar Muat Kontainer Dengan Metode Job Safety Analysis,” Riset Sains dan Teknologi Kelautan, pp. 196–203, Nov. 2023, doi: 10.62012/sensistek.v6i2.31693.
[6] G. A. Pratama, Sunaryo, and G. A. Ardiani, “Safety Management On Loading Process With Rubber Tyred Gantry Crane: Case Study At Port of Tanjung Priok,” Russ. J. Agric. Socioecon. Sci., vol. 66, no. 6, pp. 150–164, Jun. 2017, doi: 10.18551/rjoas.2017-06.18.
[7] V. A. Adelencia, Rusindiyanto, and Yus Ardianto, “Analisis Kerusakan Rubber Tired Gantry (RTG) Menggunakan RCM (Reliability Centered Maintenance) PT Berlian Jasa Terminal Indonesia,” LOGISTIK, vol. 18, no. 01, pp. 89–103, Apr. 2025, doi: 10.21009/logistik.v18i01.51280.
[8] N. F. Qurratuláini, M. D. Khairansyah, and H. N. Amrullah, “Penilaian Risiko Kegagalan Gantry Crane Menggunakan Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) dan Fishbone Diagram,” Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering, May 2025, doi: 10.35991/jshee.v3i1.56.
[9] A. Heriawan and M. Fitri, “Design of a 10 Tons Overhead Crane With 21 Meters Span Using Finite Element Method,” International Journal of Innovation in Mechanical Engineering and Advanced Materials, vol. 4, no. 3, p. 74, May 2023, doi: 10.22441/ijimeam.v4i3.18882.
[10] D. Darunanto, Rr. E. Wahyuni, and D. Saidah, “Produktivitas Alat Bongkar Muat (Crane) Terhadap Berthing Time,” Jurnal Manajemen Bisnis Transportasi dan Logistik, vol. 6, no. 2, p. 153, Dec. 2020, doi: 10.54324/j.mbtl.v6i2.527.
[11] S. Riyadi and R. Darmawan, “Analisa Kekuatan Tarik Hook Sebagai Perancangan Overhead Crane Dengan Menggunakan Software Autodesk Inventor,” Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin, vol. 3, no. 1, Sep. 2020, doi: 10.31000/mbjtm.v3i1.3070.
[12] R. V. B. Watupongoh and D. Rusmiyanto, “Analisis Perawatan Alat Bongkar Muat Rubber Tyred Gantry di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS),” Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim, vol. 3, no. 4, pp. 101–110, Dec. 2024, doi: 10.58192/ocean.v3i4.3046.
[13] P. Chemweno, L. Pintelon, A. De Meyer, P. N. Muchiri, A. Van Horenbeek, and J. Wakiru, “A Dynamic Risk Assessment Methodology for Maintenance Decision Support,” Qual. Reliab. Eng. Int., vol. 33, no. 3, pp. 551–564, Apr. 2017, doi: 10.1002/qre.2040.
[14] B. A. Putra, L. M. Putranto, and R. Irnawan, “Early Failure Detection of Quayside Container Crane Using the IoT Based Measurement Data,” in 2024 International Conference on Technology and Policy in Energy and Electric Power (ICTPEP), IEEE, Sep. 2024, pp. 297–302. doi: 10.1109/ICT-PEP63827.2024.10733496.
[15] Y. Dwie Nurcahyanie and A. Cahyono, “Identification and Evaluation of Logistics Operational Risk Using the FMEA Method at PT. XZY,” Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT), vol. 5, no. 1Sp, pp. 1–10, Feb. 2023, doi: 10.34306/att.v5i1Sp.306.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asri Dwi Puspita, Cahya Ardie Firmansyah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











