Sintesis Biodegradable Foam dari Styrofoam dan Pati Jagung
Keywords:
Biofoam, styrofoam, pati jagung, gliserol, biodegradasi, baking processAbstract
Limbah styrofoam merupakan sampah yang sulit terurai dan penggunaannya akan terus mencari lingkungan, sehingga diperlukan alternatif kemasan yang bersifat biodegradable. Penelitian ini bertujuan untuk mensistensis biodeogradable foam dari pati jagung dan limbah styrofoam dengan penguat serat bambu dan pengikat polivinil alkohol (PVA), dan gliserol sebagai plasticizer menggunakan metode baking. Variabel yang dikaji adalah massa pati (20,23,26,29, dan 32 gram) dan konsentrasi gliserol 20, 23,26,29, dan 32% dari massa pati). kemudian dilakukan karatkterisasi biofoam dilakukan melalui uji biodegradasi, uji daya serap air dan uji kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai biodegradasi tertinggi sebesar 28,67% pada komposisi pati 26 gram dengan gliserol 20%, sedangkan nilai terendah sebesar 5,6% pada pati 32 gram dengan gliserol 29%. Daya serap air tertinggi sebesar 19,5% pada pati 20 gram dngan gliserol 20% dan terendah sebesar 6% pada pati 32 gram dengan giserol 32%. Kadar air biofoam berkisar antara 9% hingga 14,4% yang masih memenuhi standar SNI sebesar 6-15%. Peningkatan glisserol dan massapati secara umum menurunkan biodegradasi dan daya serap air namun meningkatkan kadar air. Kombinasi pati 26 gram dengan gliserol 26% memberikan keseimbangan terbaik di antara ketiga karakterisasi tersebut, sehingga biofoam berbahan styrofoam dan pati jagung berpotensi sebagai alternatif kemasan ramah lingkungan.
References
[1] W. D. Callister and D. G. Rethwisch, Materials Science and Engineering: An Introduction, 10th ed. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2018.
[2] I. Al Mukminah, "Bahaya Wadah Styrofoam dan Alternatif Penggantinya," Farmasetika.com, vol. 4, no. 2, 2019, doi: 10.24198/farmasetika.v4i2.22589.
[3] A. Kumar, K. K., and K. Arumugam, "Biodegradable Polymers and Its Applications," Int. J. Biosci. Biochem. Bioinformatics, vol. 1, no. 3, pp. 173–176, 2011.
[4] A. U. M. Ritonga, "Pembuatan dan Karakterisasi Biofoam Berbasis Komposit Serbuk Daun Keladi yang Diperkuat oleh Polivinil Asetat (PVAc)," Tesis, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia, 2019.
[5] H. B. Setiarto, Teknologi Pengemasan Pangan Antimikroba yang Ramah Lingkungan. Bandung, Indonesia: Guepedia, 2020.
[6] J. BeMiller and R. Whistler, Starch: Chemistry and Technology, 2nd ed. Amsterdam, Netherlands: Academic Press, 2009.
[7] E. Indarti, S. Muliani, and D. Yunita, "Characteristics of Biofoam Cups Made from Sugarcane Bagasse with Rhizopus oligosporus as Binding Agent," Adv. Polym. Technol., vol. 2023, 2023, doi: 10.1155/2023/8257317.
[8] C. F. Mamuaja, Lipida. Manado, Indonesia: Unsrat Press, 2017.
[9] F. I. Muharram, "Penambahan Kitosan pada Biofoam Berbahan Dasar Pati," Edufortech, vol. 5, no. 2, pp. 118–127, 2020.
[10] T. Kemala, M. S. Fahmi, and S. S. Achmadi, "Pembuatan dan Pencirian Polipaduan Polistirena-Pati," J. Sains Materi Indones., vol. 12, no. 1, 2010.
[11] Sudi, Rifka. "The Study of Starch Seeds Durian (Durio zibethinus) Effect as the Filler Material on Tensile Strength and Biodegradation of Polymers Polystyrene (PS)." Journal of Aceh Physics Society (2013).
[12] Y. A. Dayaka and Y. E. Indrastuti, "Karakterisasi Biofoam Berbasis Pati Sagu dan Ampas Tebu dengan Penambahan Polivinil Alkohol (PVA)," Bul. LOUPE, vol. 19, no. 2, pp. 125–131, 2023.
[13] J. Agus, "Pengembangan Biodegradable Foam Berbahan Dasar Pati dari Ekstrak Jagung dengan Penambahan Serat dari Pelepah Pisang," J. Chemica, vol. 24, no. 1, 2023.
[14] Y. Darni et al., "Synthesis of Biofoam from Cassava Peel Starch, Banana Peel Starch and Chitosan as Additives," J. Bahan Alam Terbarukan, vol. 12, no. 2, pp. 120–128, 2023, doi: 10.15294/jbat.v12i2.44842.
[15] P. R. Salgado, V. C. Schmidt, S. E. Molina Ortiz, A. N. Mauri, and J. B. Laurindo, "Biodegradable foams based on cassava starch, sunflower proteins and cellulose fibers obtained by a baking process," J. Food Eng., vol. 85, no. 3, pp. 435–443, 2008, doi: 10.1016/j.jfoodeng.2007.08.005.
[16] S. Fitriani, Y. Yusmarini, E. Riftyan, E. Saputra, and M. C. Rohmah, "Karakteristik dan Profil Pasta Pati Sagu Modifikasi Pragelatinisasi pada Suhu yang Berbeda," J. Teknol. Hasil Pertanian, vol. 16, no. 2, p. 104, 2023, doi: 10.20961/jthp.v16i2.56057.
[17] Badan Standardisasi Nasional, SNI 7188.7:2016: Kriteria Ekolabel – Bagian 7: Kategori Produk Tas Belanja Plastik dan Bioplastik Mudah Terurai. Jakarta, Indonesia: BSN, 2016.
[18] F. Ahmad, V. P. Fahriani, F. Yuliasari, A. S. Sinaga, and Z. Al-Qordhiyah, "Sifat Fisik Biofoam dari Pati Jagung: Alternatif Styrofoam Konvensional Ramah Lingkungan," Alchemy: J. Chem., vol. 13, no. 1, pp. 44–51, 2025, doi: 10.18860/al.v13i1.36477.
[19] N. R. F. Lubis, R. Dewi, S. Sulhatun, Z. Ginting, and M. Muhammad, "Biofoam Berbahan Pati Sagu dengan Penguat Selulosa Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Kemasan Makanan dengan Metode Thermopressing," Chem. Eng. J. Storage, vol. 2, no. 3, pp. 95–105, 2022, doi: 10.29103/cejs.v2i3.6419.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rahmadini Rosika Fatimah , Hasanah Hasan Besuni, Srie Muljani , Suprihatin , Aisyah Alifatul Zahidah Rohmah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











