Pendekatan Berbasis Preferensi dan Intensi Masyarakat untuk Peningkatan Akses Air Bersih dan Sanitasi di Permukiman Padat Kapuk Muara
Keywords:
Sanitasi, Air bersih, Theory of Planned Behavior, Kapuk Muara, IntensiAbstract
RW 04 Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara merupakan kawasan permukiman dengan tingkat kepadatan tinggi yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih serta sistem sanitasi yang belum memenuhi standar. Sanitasi yang layak memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan merupakan salah satu sasaran utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-6. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sikap, norma subjektif, dan persepsi pengendalian perilaku terhadap niat masyarakat dalam meningkatkan akses air bersih berdasarkan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner dan observasi lapangan terhadap 71 responden, dengan analisis statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel utama TPB memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat masyarakat dalam pemenuhan akses air bersih. Selain itu, faktor sosial ekonomi, terutama tingkat pendidikan dan pendapatan, turut berkontribusi dalam membentuk perilaku masyarakat. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan penerapan teknologi tepat guna berupa pemanenan air hujan, biofilter sederhana, serta sistem IPAL komunal berbasis masyarakat sebagai upaya peningkatan akses air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan di kawasan permukiman padat.
References
[1] World Health Organization (WHO) & UNICEF, Progress on Household Drinking Water, Sanitation and Hygiene 2000–2022, Geneva, 2023.
[2] United Nations, Sustainable Development Goals: Goal 6 – Clean Water and Sanitation, New York, 2022.
[3] Badan Pusat Statistik, Statistik Lingkungan Hidup Indonesia, Jakarta, 2023.
[4] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Profil Kesehatan Lingkungan Indonesia, Jakarta, 2021.
[5] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pedoman Teknis Pengelolaan Air Limbah Domestik, Jakarta, 2022.
[6] Kementerian PUPR, Panduan Teknis Sistem Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat, Jakarta, 2020.
[7] Ajzen, I., “The theory of planned behavior,” Organizational Behavior and Human Decision Processes, vol. 50, no. 2, pp. 179–211, 1991.
[8] Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Profil Wilayah Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta, 2022.
[9] Badan Pusat Statistik Kota Jakarta Utara, Kecamatan Penjaringan dalam Angka, Jakarta, 2023.
[10] Montgomery, M. A., & Elimelech, M., “Water and sanitation in developing countries,” Environmental Science & Technology, vol. 41, no. 1, pp. 17–24, 2007.
[11] Fishbein, M., & Ajzen, I., Predicting and Changing Behavior: The Reasoned Action Approach, New York: Psychology Press, 2010.
[12] Notoatmodjo, S., Ilmu Perilaku Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta, 2014.
[13] Tchobanoglous, G., Burton, F. L., & Stensel, H. D., Wastewater Engineering: Treatment and Resource Recovery, 5th ed., New York: McGraw-Hill, 2014.
[14] Howard, G., & Bartram, J., Domestic Water Quantity, Service Level and Health, Geneva: WHO, 2003.
[15] Mara, D., Domestic Wastewater Treatment in Developing Countries, London: Earthscan, 2017.
[16] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Status Lingkungan Hidup Indonesia, Jakarta, 2022.
[17] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2019.
[18] Creswell, J. W., Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 4th ed., Thousand Oaks: Sage Publications, 2014.
[19] Hutagaol, D. C., Soewondo, P., Awfa, D., Setiyawan, A. S., Sarli, P. W., & Halomoan, N. (2023). Strategi Penanganan Sanitasi di Permukiman Kumuh dengan Pendekatan Partisipasi Stakeholder (Studi Kasus Kota Bima, Nusa Tenggara Barat). Jurnal Reka Lingkungan, 11(3), 246-257.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Daffa Pradana, Nico Halomoan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











