Peningkatan Kadar Be Air Laut Untuk Mempercepat Produksi Garam Dengan Metode Evaporasi Talang Berlubang
Keywords:
evaporasi air laut, derajat baume, produksi garam, talang berlubangAbstract
Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi besar dalam produksi garam, namun metode konvensional masih memerlukan waktu lama untuk mencapai kadar Baume (°Be) yang sesuai dengan standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh debit aliran, variasi diameter lubang talang, serta kondisi suhu dan kelembaban terhadap laju evaporasi air laut dengan menggunakan metode evaporasi talang berlubang. Proses penelitian dilakukan dengan memompa air laut sebanyak 250 liter pada kadar awal 4°Be ke dalam talang berlubang dengan variasi diameter lubang 0,2 cm; 0,3 cm; 0,4 cm; 0,5 cm dan 0,6 cm serta debit aliran 147,60 liter/jam; 169,20 liter/jam; 183,60 liter/jam; 194,40 liter/jam; 205,20 liter/jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil diameter lubang dan semakin besar debit aliran, maka laju evaporasi semakin tinggi. Kondisi suhu yang meningkat dan kelembaban rendah turut mempercepat penguapan. Hasil terbaik diperoleh pada diameter lubang 0,2 cm dan debit 210,9 L/jam dengan kadar akhir 23°Be, yang dapat menguapkan air hingga 206,5 liter, serta laju evaporasi 0,002176 m³/m²/s. Dengan demikian, metode evaporasi talang berlubang efektif dalam mempercepat peningkatan kadar Be air laut untuk mempercepat produksi garam, dengan peralatan yang sederhana dan mudah diaplikasikan oleh masyarakat.
References
[1] Jumriati, Analisis Tingkat Pendapatan Petani Garam Di Desa Soreang Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar, Makasar: Universitas Negeri Alauddin, 2017.
[2] Adriani, “Pemanfaatan Air Laut Sebagai Sumber Cadangan Energi Listrik”, Vertex Elektro, vol. 12, no. 02, hal. 22-33, 2020.
[3] S. Muljani. Dkk, Transformasi Teknologi Produksi Garam, Surabaya: CV. Jakad Media Publishing, 2021.
[4] N. Feladita, “Penetapan Kadar NaCl Pada Pembuatan Telur Asin Rebus dan Telur Asin Oven Dengan Variasi Waktu Penyimpanan Secara Argentometri”, Jurnal Analisis Farmasi, vol. 3, no. 3, hal. 209-214, 2018.
[5] N. Jaya, dkk, “Produksi Garam dan Bittern di Tambak Garam”, Jurnal Kelautan Tropis, vol.19, no. 1, hal. 43-47, 2016.
[6] M. Muhammad, dkk, “Pengembangan Potensi Air Laut Menjadi Garam Industri Dan Garam Konsumsi Untuk Pemberdayaan Masyarakat Dengan Metode Rumah Prisma di Desa Batuphat Barat Kota Lhokseumawe”, Jurnal Malikussaleh Mengabdi, vol. 2, no. 1, hal. 35-50, 2023.
[7] Ismiyati, “Identifikasi Kenaikan Titik Didih Pada Proses Evaporasi, Terhadap Konsentrasi Larutan Sari Jahe”, Jurnal Konversi, vol. 9, no. 2, 2020.
[8] Soemargono & L. U. Widodo, “Metode Mempercepat Pembuatan Garam Rakyat”, Jurnal Teknik Kimia, vol. 12, 2018.
[9] E. A Verbiawan, dkk, “Teknologi Nozzle Spray Untuk Mempercepat Evaporasi Air Laut Dalam Produksi Garam Konvensional”, Jurnal Teknik Kimia, vol. 18, hh. 52-56, 2023.
[10] T. Kurniawan & A. Azizi, “Dampak Perubahan Iklim Terhadap Petani Tambak Garam di Kabupaten Sampang dan Sumenep”, Jurnal Masyarakat & Budaya, vol. 14, no. 3, 2012.
[11] Y. Hoiriyah, “Peningkatan Kualitas Produksi Garam Menggunakan Teknologi Geomembran”, Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis, vol. 6, no. 2, hal. 35-42, 2019.
[12] Z. Hayati & D. Tanjung, “Pengaruh Kelembapan Udara Terhadap Efektivitas Pelaksanaan Rukyatul Hilal Awal Bulan Qamariyah”, Jurnal EDUCATIO, vol. 9, no. 2, hal. 754-761, 2023.
[13] E. M. Jesiani, dkk, “Model Pendugaan Evaporasi dari Suhu Udara dan Kelembaban Udara Menggunakan Metode Regresi Linier Berganda di Kota Pontianak”, Prisma Fisika, vol. 7, no. 1, hal. 46-50, 2019.
[14] K. Sumada, dkk, “Garam Industri Berbahan Baku Garam Krosok Dengan Metode Pencucian Dan Evaporasi”, Jurnal Teknik Kimia, vol.11, no. 1, 2016.
[15] H. Rini, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi Garam Beryodium Pada Ibu Rumah Tangga di Desa Gembong Kecamatan Gembong Kabupaten Pati”, Jurnal Kedokteran Diponegoro, vol. 6, no. 2, 2017.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mursyidah Oktavianingrum, Aisah Putri Maharani, Sintha Soraya Santi, Caecilia Pujiastuti, Ketut Sumada (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











