Analisis Hidrolika Aliran Sungai terhadap Potensi Gerusan Tebing Sungai Saddang Kelurahan Teppo menggunakan HEC-RAS

Authors

  • Muhammad Fahri Universitas Muhammadiyah Parepare Author
  • Rahmawati Universitas Muhammadiyah Parepare Author

Keywords:

Gerusan Tebing, HEC-RAS, Kecepatan Aliran, Sungai Saddang, Steady Flow

Abstract

Gerusan tebing sungai merupakan permasalahan hidrolika yang mengancam stabilitas permukiman dan infrastruktur di sekitar Sungai Saddang, khususnya di wilayah Masolo, Kelurahan Teppo, Kabupaten Pinrang. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi kecepatan aliran hasil simulasi HEC-RAS terhadap potensi gerusan tebing serta mengidentifikasi penampang dengan potensi paling dominan. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi dengan Log Pearson Type III dan HSS Nakayasu untuk kala ulang 2, 5, 10, dan 25 tahun, serta pemodelan HEC-RAS 6.41 dengan pendekatan aliran permanen (steady flow) satu dimensi dan kondisi batas normal depth pada 26 penampang (S.1–S.26) sepanjang 691,27 m. Koefisien kekasaran Manning n = 0,030. Debit banjir rencana: Q2 = 2.994,23 m³/s, Q5 = 3.592,67 m³/s, Q10 = 4.011,00 m³/s, dan Q25 = 4.567,32 m³/s. Seluruh 26 penampang memiliki kecepatan aliran melebihi kecepatan kritis gerusan pada semua skenario debit. Pada Q25, kecepatan bervariasi antara 1,73 m/s (S.10) hingga 3,18 m/s (S.26), dengan rata-rata meningkat dari 1,86 m/s (Q2) menjadi 2,11 m/s (Q25). Penampang S.26, S.25, S.24, dan S.23 di zona hilir (RM 0,00–81,84 m) dikategorikan Sangat Kritis akibat penyempitan lebar penampang dari ±330 m menjadi 191–241 m dan peningkatan E.G. Slope hingga 0,000741 m/m. Direkomendasikan penanganan berupa revetment, bronjong, atau dinding penahan pada penampang S.23–S.26.

References

[1] F. L. Alimuddin, Faisal Rijal, Nenny, “Pengaruh kecepatan aliran terhadap sedimen melayang dan sedimen dasar sungai pangkajene kabupaten pangkajene dan kepulauan,” J. Tek. Hidro, vol. 17, no. 2, pp. 26–34, 2024.

[2] S. Murniningsih, “Pengaruh Pergerakan Meander Terhadap Keseimbangan Alur Sungai,” Indones. J. Constr. Eng. Sustain. Dev., vol. 1, no. 2, pp. 45–52, 2019, doi: 10.25105/cesd.v1i2.4099.

[3] A. Kurniawan, “Monitoring Perubahan Pola Alur Sungai Menggunakan Citra Satelit Resolusi Spasial Menengah Berbasis Spectral Classification,” J. Nas. Teknol. Terap., vol. 3, no. 1, p. 1, 2020, doi: 10.22146/jntt.56613.

[4] Y. Palaguna Umar, T. Fitria, I. Lestari, and D. F. Anugroho, “Analisis Penggunaan Lahan Pada Tingkat Rawan Bencana Erosi Berbasis di Taman Nasional Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat Land Use Analysis in Areas Prone to Erosion Disasters Based in Mount Rinjani National Park West Nusa Tenggara,” J. Keteknikan Pertan. Trop. dan Biosist., vol. 12, no. 3, pp. 227–240, 2025.

[5] P. Y. Julien, River Mechanics. New York: Cambridge University Press, 2002.

[6] A. N. Khafifah, W. Mustari, Kasmawati, and F. Gaffar, “Analisis Hidrolika Sungai Tallo Menggunakan Aplikasi Hec-Ras 6.0,” J. Karajata Eng., vol. 3, no. 2, pp. 85–90, 2023, doi: 10.31850/karajata.v3i2.2128.

[7] F. Latif and A. Hakim, “Utilization of Hec-Ras 2D for Flood Influence Modeling Due To Peak Discharge of Walanae River in Wajo District,” J. Inform. dan Tek. Elektro Terap., vol. 13, no. 1, 2025, doi: 10.23960/jitet.v13i1.5994.

[8] R. A. Yansyah, D. I. Kusumastuti, and S. Tugiono, “Analisa hidrologi dan hidrolika saluran drainase box culvert di jalan Antasari Bandar Lampung menggunakan program HEC-RAS,” J. Rekayasa Sipil dan Desain, vol. 3, no. 1, pp. 1–12, 2015.

[9] I. Staddal, O. Haridjaja, and Y. Hidayat, “Analisis Debit Aliran Sungai Das Bila Sulawesi Selatan the Analysis of Streamflow on Bila Watershed, South Sulawesi,” J. Sumber Daya Air, vol. 12, no. 2, pp. 117–130, 2016.

[10] N. F. T. Hutagalung and Umboro Lasminto, “Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Kalibrasi Model Numerik Sungai Bengawan Solo untuk Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko Dengan Parameter Nilai Kekasaran Manning menggunakan Program Bantu HEC-RAS,” J. Apl. Tek. Sipil, vol. 19, no. 4, pp. 379–386, 2021.

[11] M. ”˜Allaam Fauzi, P. Pratikso, and A. Rochim, “Analisis Perilaku Erosi Pada Dasar Sungai Bagian Hilir Bangunan Groundsill,” Wahana Tek. Sipil J. Pengemb. Tek. Sipil, vol. 29, no. 2, 2024, doi: 10.32497/wahanats.v29i2.6163.

[12] A. N. Rahmayanti, “Pemanfaatan Sumber Daya Air Dalam Penanganan Banjir,” no. DOI: 10.13140/RG.2.2.34918.19524, pp. 1–26, 2023, doi: 10.13140/RG.2.2.34918.19524.

[13] N. A. S. Purwono, A. Barkah, D. Triyanto, and P. Handino, “Analisis Karakteristik Pola Sedimentasi dan Perubahan Morfologi Muara Sungai Serayu,” J. Tek. Sipil dan Tekonologi Konstr., vol. 6, no. 1, pp. 41–51, 2020.

[14] A. R. Wirawan, Suharyanto, P. Utamaa, and S. Edhisono, “Kajian Pengendalian Erosi Pada Sungai Pedes Kabupaten Brebes,” J. Karya Tek. Sipil, vol. 5, no. 2, pp. 45–53, 2016.

[15] F. Setiawan, M. Suprapto, and S. R. I., “Pengendalian Banjir Pada Sungai Berjalin (Braided) Studi Kasus Sungai Ransiki Manokwari Papua Barat,” Matriks Tek. Sipil, vol. 1, no. 4, p. 385, 2013.

[16] M. Said et al., “Arus Jurnal Sains dan Teknologi ( AJST ),” vol. 2, no. 2, 2024, doi: https://doi.org/10.57250/ajst.v2i2.493.

Downloads

Published

10/07/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Analisis Hidrolika Aliran Sungai terhadap Potensi Gerusan Tebing Sungai Saddang Kelurahan Teppo menggunakan HEC-RAS”, jse, vol. 11, no. 3, Jul. 2026, Accessed: Jul. 11, 2026. [Online]. Available: https://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/1866

Similar Articles

11-20 of 315

You may also start an advanced similarity search for this article.