Perancangan dan Pembangunan WebGIS untuk Pengelolaan Daerah Irigasi Cipurut

Authors

  • Desy Nurfitriani Institut Teknologi Nasional Bandung Author
  • Sumarno Institut Teknologi Nasional Bandung Author

Keywords:

Cipurut Irrigation Area, geospatial database, KUGI, QGIS, usability, WebGIS

Abstract

Data Daerah Irigasi Cipurut tersimpan secara terpisah dalam layer spasial, dokumen Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) dan Kondisi Jaringan (Konjar) tahun 2025, serta berkas foto sehingga pengguna harus mencocokkan beberapa sumber untuk memperoleh informasi objek. Penelitian ini bertujuan merancang basis data geospasial terintegrasi, membangun WebGIS yang dapat diakses melalui browser, serta mengevaluasi fungsionalitas, efektivitas tugas, dan usability. Metode waterfall meliputi analisis kebutuhan, perancangan basis data dan sistem, pembangunan, pengujian, dan implementasi. Data spasial diperiksa dan diseragamkan, dihubungkan dengan IKSI, Konjar, dan 170 foto, lalu disimpan dalam GeoPackage menggunakan EPSG:32749. Objek yang sesuai dengan definisi dan geometri Katalog Unsur Geografi Indonesia (KUGI) versi 5.1 mengikuti katalog, sedangkan bangunan irigasi tanpa padanan sesuai menggunakan skema khusus proyek. WebGIS dibangun dengan QGIS, qgis2web, dan Leaflet. Black-box testing, Task Completion Rate (TCR), dan System Usability Scale (SUS) melibatkan 20 responden purposive. Seluruh 13 fungsi menghasilkan keluaran sesuai rancangan. Responden menyelesaikan 134 dari 140 tugas sehingga TCR mencapai 95,71%, sedangkan skor rata-rata SUS sebesar 80,25 termasuk kategori sangat baik. Sistem terintegrasi menyajikan lokasi, atribut pengelolaan, dan foto dalam satu antarmuka sehingga mempermudah akses informasi, tetapi penyuntingan daring belum termasuk dalam ruang lingkupnya.

References

[1] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, “Peraturan Menteri PUPR Nomor 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi,” Jakarta, Indonesia, 2015.

[2] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, “Peraturan Menteri PUPR Nomor 23/PRT/M/2015 tentang Pengelolaan Aset Irigasi,” Jakarta, Indonesia, 2015.

[3] P. A. Longley, M. F. Goodchild, D. J. Maguire, and D. W. Rhind, Geographic Information Science and Systems, 4th ed. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2015.

[4] Republik Indonesia, “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial,” Jakarta, Indonesia, 2011.

[5] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, “Peraturan Menteri PUPR Nomor 14/PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi,” Jakarta, Indonesia, 2015.

[6] Badan Informasi Geospasial, Buku I Prinsip Dasar Katalog Unsur Geografi Indonesia Versi 5. Bogor, Indonesia: BIG, 2018.

[7] P. Fu and J. Sun, Web GIS: Principles and Applications. Redlands, CA, USA: Esri Press, 2011.

[8] M. Benny, R. Molenaar, and S. E. Pakasi, “Sistem informasi berbasis WebGIS jaringan irigasi persawahan Popontolen Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan,” COCOS, vol. 11, no. 2, 2019, doi: 10.35791/cocos.v1i1.27294.

[9] I. Ramli, F. Khairani, F. Fachruddin, and D. S. Jayanti, “Pemetaan kinerja sistem irigasi berbasis WebGIS pada Daerah Irigasi Krueng Jreu Kabupaten Aceh Besar,” agriTECH, vol. 42, no. 2, pp. 177–186, 2022, doi: 10.22146/agritech.64953.

[10] A. E. Wibawanto, F. Sobatnu, and J. Ramadaniaty, “Sistem Informasi Geografis berbasis web Daerah Irigasi Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” POSITIF, vol. 6, no. 1, 2020, doi: 10.31961/positif.v6i1.752.

[11] D. Djafar, R. Takdir, and B. Ahaliki, “Sistem Informasi Geografis daerah irigasi di Provinsi Gorontalo berbasis web,” Diffusion, vol. 5, no. 1, pp. 205–212, 2025, doi: 10.37031/diffusion.v5i1.30228.

[12] I. Sommerville, Software Engineering, 10th ed. Boston, MA, USA: Pearson, 2016.

[13] R. S. Pressman and B. R. Maxim, Software Engineering: A Practitioner’s Approach, 9th ed. New York, NY, USA: McGraw-Hill Education, 2020.

[14] T. Connolly and C. Begg, Database Systems: A Practical Approach to Design, Implementation, and Management, 6th ed. Harlow, U.K.: Pearson, 2015.

[15] Open Geospatial Consortium, “OGC GeoPackage Encoding Standard, Version 1.4.0, OGC 12-128r19,” 2024. [Online]. Available: https://docs.ogc.org/is/12-128r19/12-128r19.html

[16] J. Brooke, “SUS: A ‘quick and dirty’ usability scale,” in Usability Evaluation in Industry, P. W. Jordan, B. Thomas, B. A. Weerdmeester, and I. L. McClelland, Eds. London, U.K.: Taylor & Francis, 1996, pp. 189–194.

[17] A. Bangor, P. Kortum, and J. Miller, “Determining what individual SUS scores mean: Adding an adjective rating scale,” Journal of Usability Studies, vol. 4, no. 3, pp. 114–123, 2009.

[18] J. Sauro and J. R. Lewis, Quantifying the User Experience: Practical Statistics for User Research, 2nd ed. Cambridge, MA, USA: Morgan Kaufmann, 2016.

[19] L. A. Palinkas, S. M. Horwitz, C. A. Green, J. P. Wisdom, N. Duan, and K. Hoagwood, “Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research,” Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research, vol. 42, no. 5, pp. 533–544, 2015, doi: 10.1007/s10488-013-0528-y.

Downloads

Published

15/08/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Perancangan dan Pembangunan WebGIS untuk Pengelolaan Daerah Irigasi Cipurut”, jse, vol. 11, no. 3, Aug. 2026, Accessed: Aug. 16, 2026. [Online]. Available: https://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/2077

Similar Articles

1-10 of 222

You may also start an advanced similarity search for this article.