Karakteristik Bahan Organik Alami pada Air Sungai Akibat Pengaruh Mikroalga Nitzschia sp.
Keywords:
bahan organik alami, kualitas air, mikroalga, nitzschia sp.Abstract
Bahan organik alami merupakan kumpulan senyawa organik alami yang banyak ditemukan di perairan dan berasal dari proses dekomposisi bahan organik maupun aktivitas organisme akuatik, termasuk mikroalga. Keberadaan mikroalga di perairan dapat memengaruhi karakteristik bahan organik alami melalui proses pertumbuhan, metabolisme, dan lisis sel yang menghasilkan berbagai senyawa organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keberadaan mikroalga Nitzschia sp. dapat memengaruhi bahan organik alami di air sungai. Penelitian ini dilakukan secara batch dengan reaktor kapasitas 1,5 L yang berisi air Sungai Tambak Oso dan kultur Nitzshia sp. yang diaerasi selama penelitian, kemudian dilakukan sampling pada waktu 0, 3, 6, dan 9 hari pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Nitzschia sp. memengaruhi karakteristik bahan organik alami, ditunjukkan oleh perubahan nilai COD. Pada fase pertumbuhan Nitzschia sp., nilai COD cenderung menurun akibat pemanfaatan senyawa organik untuk pembentukan biomassa, sedangkan pada fase kematian terjadi peningkatan akibat pelepasan senyawa organik hasil lisis sel ke dalam perairan. Perlakuan dengan rasio Nitzschia sp. 1:1 menghasilkan kandungan bahan organik lebih tinggi yaitu 1500 mg/L dibandingkan rasio 3:1 yang hanya 1333.3 mg/L. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar rasio mikroalga Nitzschia sp. yang ditambahkan maka semakin besar kontribusinya terhadap peningkatan kandungan bahan organik alami di dalam air sungai.
References
[1] Aisy, Fery Mauliza, Siti Mayang Sari, and Lili Kasmini. "Sungai Bukan Tempat Sampah: Menyelamatkan Habitat Air Tawar Kita." Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 5.2 (2025): 1423-1432.
[2] T. A. Kurniawan et al., “Implications of climate change on water quality and sanitation in climate hotspot locations: A case study in Indonesia,” Water Supply, vol. 24, no. 2, pp. 517–542, 2024, doi: 10.2166/ws.2024.008.
[3] P. P. Rahardjo, D. Widyastuti, A. Zairina, Y. Q. Mondiana, A. C. Wijaya, and S. Farida, “Integrasi Sistem Informasi Geografis dalam Pemetaan Kualitas Air untuk Mendukung Program Sanitasi Masyarakat ” Jurnal Green House 4.1 (2025): 58-66.
[4] T. Tseka, P. Finkbeiner, Z. Phiri, T. T. I. Nkambule, P. Jarvis, and L. A. de Kock, “Comparative evaluation of ion-exchange resins for natural organic matter removal from power plant source waters,” J. Water Process Eng., vol. 78, no. October, p. 108829, 2025, doi: 10.1016/j.jwpe.2025.108829.
[5] C. Liu, H. Liu, C. Hu, A. T. Chow, and T. Karanfil, “Molecular Alterations of Algal Organic Matter in Oxidation Processes: Implications to the Formation of Disinfection Products,” ACS ES T Water, vol. 4, no. 12, pp. 5890–5901, 2024, doi: 10.1021/acsestwater.4c00855.
[6] O. H. Cahyonugroho, E. N. Hidayah, and E. A. Rahma, “Effect of Intermittent Aeration on Characteristic of Effluent Organic Matter in Oxidation Ditch Microalgae Chlorella sp.,” Pollution, vol. 2, 2024.
[7] O. H. Cahyonugroho, S. Hariyanto, and G. Supriyanto, “Dissolved Organic Matter and Its Correlation with Phytoplankton Abundance for Monitoring Surface Water Quality,” Glob. J. Enviromental Sci. Manag., vol. 8, no. 1, pp. 1–16, 2022, doi: 10.22034/gjesm.2022.01.0.
[8] T. D. Anggraeni, “Teknik Kultur Nitzschia sp. Dari Skala Laboratorium Sampai Skala Intermediet Di Balai Budidaya Perikanan Air Payau (BPBAP) Situbondo,” Universitas Airlangga, 2016.
[9] T. L. Palikrousis, S. D. Kalamaras, and P. Samaras, “Effect of Carbon Dioxide on the Growth and Nutrient Uptake of the Microalgae Chlorella sorokiniana from Digestate,” Water (Switzerland), vol. 17, no. 18, 2025, doi: 10.3390/w17182674.
[10] O. Kristiawan, “Microalgae Biomass Productivity By CO2 Injection In Correlation With pH Variation In Photobioreactor,” Sci. Contrib. Oil Gas, vol. 37, no. 1, pp. 57–62, 2022, doi: 10.29017/scog.37.1.624.
[11] M. A. Salim, Mikrobiologi dalam Riset Biologi, 1st ed. Bandung: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Multiliterasi, 2022.
[12] Y. Yao et al., “Algal Decomposition Accelerates Denitrification as Evidenced by the High-Resolution Distribution of Nitrogen Fractions in the Sediment–Water Interface of Eutrophic Lakes,” Water (Switzerland), vol. 16, no. 2, 2024, doi: 10.3390/w16020341.
[13] M. I. Ainalyaqin and I. W. Abida, “Correlation of Dissolved Oxygen Content and pH to Plankton Diversity in Kalidami River, Surabaya City,” Environ. Pollut. J., vol. 4, no. 1, pp. 895–905, 2024, [Online]. Available: https://ecotonjournal.id/index.php/epj
[14] C. S. Reynolds, Ecology of Phytoplankton, First. United States of America: Cambridce University Press, 2006.
[15] E. S. Sahabuddin, Filosofi Cemaran Air, 1st ed., vol. 53, no. 9. Kupang, 2015.
[16] W. Babiak and I. Krzemińska, “Extracellular Polymeric Substances (EPS) As Microalgal Bioproducts: A Review Of Factors Affecting EPS Synthesis And Application In Flocculation Processes,” Energies, vol. 14, no. 13, 2021, doi: 10.3390/en14134007.
[17] J. L. Lin and F. Sidik, “Effect Of Extracellular Organic Matter (EOM) Accumulation On Algal Proliferation And Disinfection By-Product Precursors During Cyclic Cultivation,” Environ. Sci. Water Res. Technol., vol. 10, no. 11, pp. 3024–3034, 2024, doi: 10.1039/d4ew00207e.
[18] T. S. Yun et al., “Release of Algal Organic Matter from Cyanobacteria Following Application of USEPA-Registered Chemical Algaecides,” J. Environ. Manage., vol. 370, 2024, doi: 10.1016/j.jenvman.2024.122822.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dheas Rizqi Ameilia, Okik Hendriyanto Cahyonugroho, Hendrata Wibisana, Nur Laili Alfiatin Mukharomah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











